Archive for July, 2008

Damar vs Kucing Garong

Sunday, July 27th, 2008

Malam-malam Damar melek… Udah sejam belum bobok lagi, ibu ngantuk jadinya merem-merem. Damar ngerasa dicuekin kali, trus nggereng-nggereng. Nggereng-nggereng. Nggereng-nggereng…95x (= seperti tak habis-habisnya, lamaa sekali, padahal kenyataan mah cuma sebentar). Kadang klo sedang nggereng-nggereng gitu dia sambil njawil-njawil ibu, nanduk-nanduk ibu, nabrak-nabrak ibu. Seru sekali lah.
Sekian lama nggereng-nggereng, tau-tau di depan jendela ada kucing ikutan nggereng-nggereng! Damar kaget, langsung diam, tubuhnya lurus menegang, kaki lurus, tangan lurus, matanya melotot, trus dia menengok ke arah jendela. Kucing garong terus nggereng-nggereng. Damar tetap diam. Hu hu kacian anakku sayang, dikira temennya kucing garong. Hush!! Kucing garong nakal, pergi sana!
Ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian, pernah ga ngerasa klo suara kucing itu kadang mirip suara bayi? Nah, ternyata kayaknya kucing juga ngerasa klo suara bayi itu mirip suara sesamanya ha ha!

Setelah peristiwa itu, kalau Damar mulai nggereng-nggereng lagi, ibu bilang, "Hayoo, nanti kucing garongnya datang lagi loo." Eeh, malah ketawa dia…. atau tetap nggereng-nggereng :|.

Uuuu Damar semakin pintar dan lutuuu >:D<. Dia udah bisa niruin kata-kata. Kemaren waktu dia maem alpukat, ibu bilang, "enak… enak!!" Eh dia ikutan bilang, "enak" [nada suara datar].
Trus waktu dia pipis, mau dicelanain dia malah onggong-onggong, ibu bilang, "masak anak cakep gak kathokan.." dia bilang, "katok" [nada suara datar].

Oh ya, mulai tanggal 26 Juli 2008 (umur 6 bulan 21 hari), Damar sudah bisa merangkak satu langkah. Tangan kanan maju, kaki kanan dan kiri maju. Tapi tiap tangan kiri maju pasti dia nggubrak lagi (kembali ke posisi merayap).
Damar juga udah bisa duduk sendiri dari posisi tengkurap. Ibu udah lihat dua kali. Hmm, seiring perkembangan ini dia punya cara baru untuk pipis yaitu dari posisi onggong-onggong trus dengkul kaki kanannya diangkat, bertumpu pada telapak kaki. Sementara kaki kiri tetap bertumpu pada dengkul. Walah gaya apa itu!! Jangan seperti kucing garong sayang!!!

MPASI 6m

Thursday, July 24th, 2008

Pengenalan Makanan
Minggu pertama: beras putih, beras merah, kabocha/labu kuning-merah
Minggu kedua: kacang hijau, apel, pisang ambon
Minggu ketiga: kentang, labu siam/jipang, alpukat, pir
Minggu keempat plus: wortel, kaldu sapi, cai sim baik daun maupun batangnya, batangnya buat finger food tapi ga dimakan cuma digigit-gigit aja, batang pak coy. Ternyata Damar lebih suka batang cai sim daripada pak coy.
Juga sempat dikenalin ama pepaya (belum mau, mungkin kurang matang), jus mangga (belum mau, mungkin keaseman, padahal jusnya sudah dicampur air matang).

Waktu ibu lotisan sama bapak, Damar sempat dikasih potongan jambu air Cincalo sama potongan bengkuang. Krenyes-krenyes… waaa enjoy sekali dia. Tapi tiap ada yang kegigit, langsung cepat-cepat potongannya dikeluarin dari mulut Damar. Serem sih klo sampai tersedak tapi diawasi ketat kok. Untung dia ga ikutan nyocol sambel lotis buatan bapak. Mantap sekali pedasnya, hwah hwah hwah.


Frekuensi

Minggu pertama hanya 1x sehari (pagi)
Mulai akhir minggu pertama 2x sehari (pagi dan siang)
Mulai akhir minggu kedua 3x sehari (pagi, siang, sore)
Mulai minggu ketiga 3x sehari (pagi, siang, sore) + cemilan buah jam 10 pagi

Cara Penyajian
Setiap makanan yang sudah lulus uji alergi dan pencernaan tetap dimakan di hari-hari berikutnya bersama satu dan hanya satu makanan baru. Tanda alergi muncul selama 24 jam. Soal pencernaan biasanya ibu tunggu sampai mendapatkan output-nya(=p*p).

Minggu pertama makanan disajikan tunggal.
Mulai akhir minggu pertama dua jenis untuk satu kali makan tapi tidak dicampur (bubur beras dan kabocha) Ini termasuk taktik agar Damar mau maem kabochanya. Cara ini tetap dipakai sampai sekarang. Apalagi ketika pengenalan sayur seperti labu siam sudah dilakukan.
Untuk apel, pemberian dicampurkan pada bubur beras sebagai pengganti ASIP untuk mengencerkan bubur. Ini taktik karena Damar kadang ogah-ogahan makan apel, kiyer-kiyer kayak keaseman gitu lo.. padahal diicipin bapak ibunya apel Fujinya manis segar banget! Nah anehnya nih, waktu dikasih potongan apel untuk fingerfood, Damar asyik-asyik aja. Malah sempat dia berhasil memotong apel 2x dengan gusinya! Untung potongannya berhasil dikeluarin, hhh.

Reaksi Damar
Untuk bubur beras, kacang ijo, kentang… tidak ada masalah sama sekali. Pertama makan langsung lab leb lab leb. Kalau kurang… marah ha ha. Makanya ibu selalu berusaha memasak lebih, tapi hasilnya… selalu dihabiskan hwaaa. Karena takut porsinya kebanyakan Damar kadang makannya cuma sekali padahal kemarennya sudah dua kali, atau dua kali padahal kemarennya udah tiga kali. Atau cuma makan dua kali tapi marah-marah he he he. Bahkan pernah udah makan tiga kali eee marah juga karena masih kurang hwaa. Klo kasusnya gitu, langsung ASIP beraksi.
Untuk kabocha, apel, pisang, labu siam… pertama makan Damar membuat ekspresi aneh bahkan dilepeh(baru masuk mulut) atau dimuntahkan(udah masuk lambung), tapi kemudian doyan.

Output = P*p
Awal-awal MPASI frekuensinya 4 hari sekali >_<. Makanya ibu takut ngasih porsi makan banyak-banyak. Damar marah juga ga pa-pa deh daripada sembelit. Tapi ternyata enggak sembelit loh! Emang ngeden-ngeden tapi lancar.
Mulai minggu kedua 2-3 hari sekali.
Mulai minggu ketiga setiap hari.

Porsi Makan
Hari pertama:
2.5 sdm peres tepung beras putih untuk 2x makan, ha ha, beneran… hari pertama langsung dua kali makan tapi hari berikutnya cuma sekali, berikutnya udah langsung 2x lagi.

… ada sih catatannya, tapi kepanjangan. Sebagai gambaran aku kasih aja porsi hari yang ke-19 berikut ini.

Hari ke-19:
2 sdm munjung tepung beras, 1 kentang ukuran sedang, 1 sdm munjung labu siam, dan 2 buah pisang. Semuanya habis >_<. Padahal teh, niatnya bikinnya sengaja dilebihin biar Damar ga marah klo maemnya kurang… tapi ternyata selalu ludes.

Di akhir bulan, contoh porsi maem Damar: 3 sdm munjung tepung beras, 1 kentang ukuran sedang, 1 labu siam baby, 1 sdm munjung buah. Sayang Damar kemudian sakit sehingga porsi makan menurun drastis.

Konsumsi ASIP dari jam 8 sampai jam 4 sore, stabil menghabiskan 5 botol@80ml. Sebelum MPASI, 7 botol@80ml –> ini menurut bapak dan ibu karena sebelum 6 bulan pun Damar sebenarnya sudah siap MPASI tapi mau dipolin sampai 6 bulan ASI eksklusifnya. Tanda-tanda bayi sudah siap MPASI bisa dilihat di www.wholesomebabyfood.com.

Resep
Bubur susu
Ambil tepung secukupnya, campur dengan air dingin secukupnya, aduk hingga rata, dimasak dengan api sedang. Aduk terus hingga matang biar tidak menggumpal atau habis lengket di panci :P. Ciri bubur beras matang adalah sudah berbau nasi, bukan berbau beras.
Angkat dari api, dinginkan sebentar, campurkan dengan ASIP secukupnya.

Puree kabocha
Potong-potong kabocha, kukus kurang lebih 10 menit. Angkat dari api. Hilangkan bijinya, kemudian kerik daging kabocha. Haluskan memakai sendok. Encerkan dengan ASIP jika perlu.

Puree apel/wortel/labu siam/pir
Kupas, parut, kukus. Atau kupas, potong kecil-kecil, kukus, haluskan.

Puree kentang
Kupas kentang, potong kecil-kecil, masukkan ke wadah kecil dan tambahkan air sedikit. Masukkan ke kukusan, kukus sampai matang. Pisahkan kentang dengan airnya, haluskan kentang kemudian campur dengan sedikit air tadi sampai kepekatan yang diinginkan.

Puree cai sim
Iris-iris, kukus, saring pake saringan kawat.

Pisang dan alpukat
Dikerik aja pake sendok kemudian haluskan.

Cara membuat tepung
Cuci beras, tiriskan. Sangrai sampai kering (beras klo ketemu wajan bunyinya berdenting, halah berdenting!) jangan sampai bau gosong. Pindahkan dari wajan, dinginkan. Kemudian di-grind/dry-mill sampai kehalusan yang diinginkan. Simpan di wadah kering dan tertutup.

Kaldu sapi
Tulang sapi secukupnya, dimasak dengan air secukupnya, dikasih bawang daun, wortel dan kentang(Damar dah biasa maem wortel dan kentang, nambah pengenalan bawang daun/onclang. Nanti dikit-dikit bumbunya ditambah lagi biar lebih sedap). Klo sudah dihasilkan kaldu yang sip, saring kemudian siap dipakai atau disimpan. Kaldu dipakai untuk mengencerkan bubur beras, puree kentang, atau sayuran lain.

He he he, segala resep ga pake takaran gini yah… maen perasaan sih :P.

Sudah Bisa Diundang Kenduri

Tuesday, July 22nd, 2008

+ Lo Ibu… ini kakiku kenapa ya?
Bersila01

- Itu namanya duduk bersila…
Bersila02

+ Bersila?
- Iya… tapi kakimu masih kependekan hihihi *tertawa nenek sihir, eh tertawa sayang*

Bonus Foto Bete

Sunday, July 20th, 2008

Yang sedang bete, ini foto sebelum foto2 di postingan ini. Perhatikan mulutnya, lebih cemberut yak?

Bete_20

Bete_21

Rahasianya: dijemur! Pagi-pagi klo ga diajak keluar dan merasakan sinar matahari, si Damar pasti bete.

Manis Manja Sedang Bete

Sunday, July 20th, 2008

aku mau dimanja manja (manja manja)
tapi kamu cuek cuek aja
aku bete sama kamu, aku sebel sama kamu
aku keki sama kamu, aku bete bete bete! (aaahhh bete)
aku bete dicuekin, aku sebel dibiarin
aku keki dianggurin, aku bete bete bete! (aaahhh bete)

Bete_10
Bete!!

Bete_11

Apaan liat-liat? Grrr!

Onggong-Onggong Yuk

Thursday, July 17th, 2008

Onggong201_1

+ Duh sore-sore gini mau ngapain lagi ya bosen banget…
- Idih anak aeng, kok lemes gitu… Ayo olahraga lagi, ibu foto lo

Onggong202

+ Oh, difoto ya? Baiklah… Udah keren ga gayaku?
- Oke banget… sekarang tampak samping ya

Onggong203

+ Gimana? Begini ya?

Onggong204

+ Ibu, potretin juga aku pas lagi merangkak ya…
Hap hap…

Onggong205_4

+ He he, malu… aku belum bisa…
- Tenang, bentar lagi pasti bisa… :*

Yang Baru Yang Baru 2

Monday, July 14th, 2008

Pertama makan kabocha, ibu menghaluskan kabocha trus langsung disuapin, tanpa diencerin. Ternyata Damar ogah-ogahan, sempat GTM. Trus coba diencerin pake air, mau nelen juga dia… tapi setelah 3 - 4 suapan…. semua yang dah masuk lambung dimuntahin… huwaaa. Ya wis, prinsip pengenalan makan tanpa paksaan segera diterapkan. Sementara Damar mandi pagi, ibu dengan sigap masak bubur beras merah. Habis mandi, langsung sarapan versi 2. Waaa ga sabarannya muncul lagi tu si anak aeng. Bapak nyuapinnya sampai non stop, ga berjeda sama sekali. Berhenti sebentar, udah huwee huwee si Damarnya.

Percobaan kedua, ibu nyoba ngasihin kabocha dingin-dingin dari kulkas, karena siang-siang. Sapa tau Damar suka maeman dingin. Kabocha diencerin pake ASI, hasilnya… dari 1 sdm kabocha, cuma habis setengahnya. Hhhh…

Bapak berpendapat, mungkin Damar kaget dengan rasa kabocha. Usul bapak, makan kabochanya sama makanan yang sudah biasa dia makan. Baeklah pak! Maka di percobaan ketiga, ibu angetin kabocha, encerin pake ASI. Bubur beras merah juga diangetin, encerin pake ASI. Dan hasilnya… habis, licin, tandas. Hari-hari berikutnya, menu bubur beras + kabocha jadi andalan, dan selalu ludes. Hore!

Catatan: bubur beras dan kabochanya ga dicampur, tapi dimakan terpisah. Prinsip maem ga campur-campur diterapkan, agar bayi mengenal rasa asli makanan. Yee klo ibunya aja… makan sisa kabocha Damar harus pake gula jawa biar rasa kabochanya tersamarkan he he he…

Makankabocha01

Hhh, makanan apaaaa ini.. males banget…

Makankabocha02

Lho difoto ya? Baeklah, aku akan acting bersemangat!

– Foto mutah disensor, he he ga ding, masak anak lagi mutah2 malah difoto! –

Makankabocha03

Difoto lagi ya ini? Ah biarin, aku sedang lapar, ga sempat jaim-jaim lagi lah.. dong..
Belepotan gini tetep cakep kan? Ah, bubur beras merah memang lezat…

Makankabocha04

Kenyang… bobok pulas. Hhh, like father like son… bobok ga ngajak-ngajak :’(
(foto tanpa rekayasa tanpa pengarah gaya)

Yang Baru Yang Baru

Sunday, July 13th, 2008

Hore, ibu beliin aku sesuatu!!
Kabocha01

Apa ini Bu, mainan? - Bukan…
Makanan? - Yak, benar sekali
Kabocha02

Coba, beneran makanan bukan…
Kabocha03

Lheb… Jedug!!
Kabocha04

Aww, keras banget! - Ya iyalah… duh si anak aeng, itu kan belum dimasak.

Hu hu, abis itu ibu nyesel banget membiarkan Damar melahap kabocha yang… BELUM DICUCI!! Uh, kotor-kotor dan pestisidanya! Langsung abis itu Damar digendongin dan dicium-ciumin sambil dibisik-bisikin, "maafin ibu… maafin ibu…" Tapi Damarnya malah marah karena kabocha-nya disumputin, he he, dianya masih pengin mencoba maem si kabocha >:).

Dan bagaimana selanjutnya? Doyankah Damar menyantap kabocha kuning? Tunggu kisah berikutnya, sekarang… KERJA DULU BU!

Hobi Baru: Mengulum Bibir

Thursday, July 10th, 2008

Halo halo para penggemar Damar…(cuma Om Credo? heu heu, bilang iya ya Om, klo ga… ga ada lagi deh penggemar Damar he he). Maaf ya foto Damar mewek belum tersedia, berhubung Yang Mulia sedang ceria akhir-akhir ini. Loh kemaren-kemaren katanya sering mewek Bu? Iya, tapi klo Damar bad mood, ibunya ikutan bad mood, jadinya males motret-motret. O iya, kegiatan Damar maem yang pertama ibu percayakan kepada bapak untuk mendokumentasikannya. Hasilnya? Blur semua!! Hwaa bapak!!! Alhasil tidak layak dipublikasikan, hhh.
Sementara yang dipublikasikan foto Damar Mengulum Bibir, ntah kenapa dia sekarang seringggggg sekali mengulum bibir, karena gusinya gatel lagi barangkali? Tapi kenapa malah ga suka gigit-gigit lagi? Karena tau klo sedang mengulum bibir gini tambah cakep barangkali? Oh anak pintar! He he… anak sendiri dipuji-puji lah. Siapa lagi yang mau muji-muji. Jangan pada muntah ya bapak-bapak, ibu-ibu, kasihan anaknya nih…

Sany0068_landscape

Tuh kan cakep banget kan? Siapa yang bilang enggak… aku kasih hadiah ces-nya Damar lo… >:)

Setelah 4 Hari

Wednesday, July 9th, 2008

Ya, setelah 4 hari MPASI akhirnya………………….. Damar pup juga he he he. Penting ya? Oh ya, sangat. Ibu dah ketar-ketir aja, Damar kok ga pup-pup juga sejak hari Minggu yang juga merupakan hari pertama Damar maem bubur susu. Rabu sore, setelah perut Damar dipijit-pijit, kakinya disuruh ‘ngobeli’ (Damar menganggap ini sebagai permainan dan dia ketawa-tawa hihihih) hasilnya…. Damar cuma pipis heu. Ibu memutuskan, besok berhenti makan sereal, mulai dikenalin pepaya.

Kamis dini hari sekitar jam 2 kurang Damar bangun, melek lebar-lebar. Kayak gelisah. Ibu pijit-pijit lagi perutnya eh dia malah mau tengkurep melulu. Ya udah aku elus-elus aja punggungnya. Eh abis itu dia kentut-kentut melulu. Naaaa ini dia saatnya, pikir ibu. Aku balikkan lagi badannya, trus kupijit-pijit lagi perutnya. Damar mulai ngeden-ngeden dan akhirnya dia pup juga, tepat jam 2 dini hari… la kok kayak ibu waktu pertama kontraksi yak, mulai jam 2 dini hari :D.
Banyak banget pupnya he he he. Bentuknya udah gelondongan panjang gitu, tapi yang setelahnya cair. Maaf maaf ya… ini mengomongkan hal yang enak-enak gini hihihih. Pupnya ga terlalu santai, pake ngeden-ngeden, tapi keluarnya lancar dan bentuknya ga keras. Damarnya juga ga tampak kesakitan atau menangis. Baunya bau beras pandanwangi, wangi bener lah ha ha. Warnanya kok masih kuning keemasan yak.

Pokoknya ibu bahagiaaaa banget. Paginya Damar ibu masakin bubur susu lagi, sekarang pake beras merah. Ga jadi maem pepaya. Ibu pengin Damar ngicipin kabocha dulu he he he, bapak dan ibu penasaran banget sama si kabocha. Kabocha cha kabocha!!