Pengenalan Makanan
Minggu pertama: beras putih, beras merah, kabocha/labu kuning-merah
Minggu kedua: kacang hijau, apel, pisang ambon
Minggu ketiga: kentang, labu siam/jipang, alpukat, pir
Minggu keempat plus: wortel, kaldu sapi, cai sim baik daun maupun batangnya, batangnya buat finger food tapi ga dimakan cuma digigit-gigit aja, batang pak coy. Ternyata Damar lebih suka batang cai sim daripada pak coy.
Juga sempat dikenalin ama pepaya (belum mau, mungkin kurang matang), jus mangga (belum mau, mungkin keaseman, padahal jusnya sudah dicampur air matang).
Waktu ibu lotisan sama bapak, Damar sempat dikasih potongan jambu air Cincalo sama potongan bengkuang. Krenyes-krenyes… waaa enjoy sekali dia. Tapi tiap ada yang kegigit, langsung cepat-cepat potongannya dikeluarin dari mulut Damar. Serem sih klo sampai tersedak tapi diawasi ketat kok. Untung dia ga ikutan nyocol sambel lotis buatan bapak. Mantap sekali pedasnya, hwah hwah hwah.
Frekuensi
Minggu pertama hanya 1x sehari (pagi)
Mulai akhir minggu pertama 2x sehari (pagi dan siang)
Mulai akhir minggu kedua 3x sehari (pagi, siang, sore)
Mulai minggu ketiga 3x sehari (pagi, siang, sore) + cemilan buah jam 10 pagi
Cara Penyajian
Setiap makanan yang sudah lulus uji alergi dan pencernaan tetap dimakan di hari-hari berikutnya bersama satu dan hanya satu makanan baru. Tanda alergi muncul selama 24 jam. Soal pencernaan biasanya ibu tunggu sampai mendapatkan output-nya(=p*p).
Minggu pertama makanan disajikan tunggal.
Mulai akhir minggu pertama dua jenis untuk satu kali makan tapi tidak dicampur (bubur beras dan kabocha) Ini termasuk taktik agar Damar mau maem kabochanya. Cara ini tetap dipakai sampai sekarang. Apalagi ketika pengenalan sayur seperti labu siam sudah dilakukan.
Untuk apel, pemberian dicampurkan pada bubur beras sebagai pengganti ASIP untuk mengencerkan bubur. Ini taktik karena Damar kadang ogah-ogahan makan apel, kiyer-kiyer kayak keaseman gitu lo.. padahal diicipin bapak ibunya apel Fujinya manis segar banget! Nah anehnya nih, waktu dikasih potongan apel untuk fingerfood, Damar asyik-asyik aja. Malah sempat dia berhasil memotong apel 2x dengan gusinya! Untung potongannya berhasil dikeluarin, hhh.
Reaksi Damar
Untuk bubur beras, kacang ijo, kentang… tidak ada masalah sama sekali. Pertama makan langsung lab leb lab leb. Kalau kurang… marah ha ha. Makanya ibu selalu berusaha memasak lebih, tapi hasilnya… selalu dihabiskan hwaaa. Karena takut porsinya kebanyakan Damar kadang makannya cuma sekali padahal kemarennya sudah dua kali, atau dua kali padahal kemarennya udah tiga kali. Atau cuma makan dua kali tapi marah-marah he he he. Bahkan pernah udah makan tiga kali eee marah juga karena masih kurang hwaa. Klo kasusnya gitu, langsung ASIP beraksi.
Untuk kabocha, apel, pisang, labu siam… pertama makan Damar membuat ekspresi aneh bahkan dilepeh(baru masuk mulut) atau dimuntahkan(udah masuk lambung), tapi kemudian doyan.
Output = P*p
Awal-awal MPASI frekuensinya 4 hari sekali >_<. Makanya ibu takut ngasih porsi makan banyak-banyak. Damar marah juga ga pa-pa deh daripada sembelit. Tapi ternyata enggak sembelit loh! Emang ngeden-ngeden tapi lancar.
Mulai minggu kedua 2-3 hari sekali.
Mulai minggu ketiga setiap hari.
Porsi Makan
Hari pertama:
2.5 sdm peres tepung beras putih untuk 2x makan, ha ha, beneran… hari pertama langsung dua kali makan tapi hari berikutnya cuma sekali, berikutnya udah langsung 2x lagi.
… ada sih catatannya, tapi kepanjangan. Sebagai gambaran aku kasih aja porsi hari yang ke-19 berikut ini.
Hari ke-19:
2 sdm munjung tepung beras, 1 kentang ukuran sedang, 1 sdm munjung labu siam, dan 2 buah pisang. Semuanya habis >_<. Padahal teh, niatnya bikinnya sengaja dilebihin biar Damar ga marah klo maemnya kurang… tapi ternyata selalu ludes.
Di akhir bulan, contoh porsi maem Damar: 3 sdm munjung tepung beras, 1 kentang ukuran sedang, 1 labu siam baby, 1 sdm munjung buah. Sayang Damar kemudian sakit sehingga porsi makan menurun drastis.
Konsumsi ASIP dari jam 8 sampai jam 4 sore, stabil menghabiskan 5 botol@80ml. Sebelum MPASI, 7 botol@80ml –> ini menurut bapak dan ibu karena sebelum 6 bulan pun Damar sebenarnya sudah siap MPASI tapi mau dipolin sampai 6 bulan ASI eksklusifnya. Tanda-tanda bayi sudah siap MPASI bisa dilihat di www.wholesomebabyfood.com.
Resep
Bubur susu
Ambil tepung secukupnya, campur dengan air dingin secukupnya, aduk hingga rata, dimasak dengan api sedang. Aduk terus hingga matang biar tidak menggumpal atau habis lengket di panci :P. Ciri bubur beras matang adalah sudah berbau nasi, bukan berbau beras.
Angkat dari api, dinginkan sebentar, campurkan dengan ASIP secukupnya.
Puree kabocha
Potong-potong kabocha, kukus kurang lebih 10 menit. Angkat dari api. Hilangkan bijinya, kemudian kerik daging kabocha. Haluskan memakai sendok. Encerkan dengan ASIP jika perlu.
Puree apel/wortel/labu siam/pir
Kupas, parut, kukus. Atau kupas, potong kecil-kecil, kukus, haluskan.
Puree kentang
Kupas kentang, potong kecil-kecil, masukkan ke wadah kecil dan tambahkan air sedikit. Masukkan ke kukusan, kukus sampai matang. Pisahkan kentang dengan airnya, haluskan kentang kemudian campur dengan sedikit air tadi sampai kepekatan yang diinginkan.
Puree cai sim
Iris-iris, kukus, saring pake saringan kawat.
Pisang dan alpukat
Dikerik aja pake sendok kemudian haluskan.
Cara membuat tepung
Cuci beras, tiriskan. Sangrai sampai kering (beras klo ketemu wajan bunyinya berdenting, halah berdenting!) jangan sampai bau gosong. Pindahkan dari wajan, dinginkan. Kemudian di-grind/dry-mill sampai kehalusan yang diinginkan. Simpan di wadah kering dan tertutup.
Kaldu sapi
Tulang sapi secukupnya, dimasak dengan air secukupnya, dikasih bawang daun, wortel dan kentang(Damar dah biasa maem wortel dan kentang, nambah pengenalan bawang daun/onclang. Nanti dikit-dikit bumbunya ditambah lagi biar lebih sedap). Klo sudah dihasilkan kaldu yang sip, saring kemudian siap dipakai atau disimpan. Kaldu dipakai untuk mengencerkan bubur beras, puree kentang, atau sayuran lain.
He he he, segala resep ga pake takaran gini yah… maen perasaan sih :P.