Sujud vs Rambut

Hari Sabtu kemaren senam lagi.
Waktu mau bayar ke kasir aku ketemu teman kursus dan senamku udah pake daster. Suster nanya ke dia, "Bu, mau langsung ke atas saja?" Wew, dah mau lahiran rupanya.
Di ruang senam, teman sebelahku kanan kiri masih sama. Sebelah kanan, teteh yang due datenya tinggal seminggu. Dia barusan pindah dokter dengan alasan "sama dokter yang lama takut diinduksi…" Lucunya dokter lama memperkirakan berat bayi 3 kilo, dokter baru 4 kilo. Trus ama dokter baru ketauan klo si teteh ada kista.
Teman sebelah kiri, yang usia kehamilannya ga jauh beda ama aku, paling beda hari doang. Masih sehat-sehat dan belum ada tanda-tanda mau melahirkan.
Sebelum senam, masing-masing ibu di-doppler dulu. Punya Suresh 139. Alhamdulillah normal. Katanya klo heart rate di bawah 140 berarti cowok :P. Nah anehnya bu bidannya nih.. masak ngirain usia kehamilan baru 30/31. Wew, pasti tertipu postur tubuhku lagi yang gendut di perut doang. Kadang capek juga dikomentarin, "Udah 8 bulan? Kok kecil?" Kata ams, "itu pada heran apa ngiri ya?" Yah biar aku ga kesel anggap aja pada ngiri :P.
Senamnya kali ini yoga. Terlalu singkat kayaknya. Sampai-sampai waktu bu bidan nanya, "ibu-ibu, senamnya terlalu berat tidak?" Serempak ibu-ibu menjawab, "TIDAK……………" Trus seorang ibu yang sudah senior bilang, "mbak… senamnya kok berat yang dulu ya." Maksudnya waktu si ibu itu hamil anak sebelumnya. Mungkin bu bidan terpengaruh ama kondisi salah satu ibu yang di tengah-tengah senam berhenti dan akhirnya tiduran aja gara-gara perutnya sakit waktu gerakan sujud-dada-nempel. Aku kuat sih ama gerakan itu. Yang ga nguatin adalah rambutku. Karena panjang dan ga kuikat jadinya waktu gerakan sujud itu aku tidak bisa melihat dunia he he.
Pulang senam langsung mampir salon, potong pendek. Orang salonnya yang seneng dapat potongan rambut panjang, hitam dan halus cieh :D :D :D. Mau dipake buat apa ya potongan rambutku itu???

Leave a Reply