Weton, Syukuran, Nama
Kemarin adalah hari wetonku, Kemis Wage. Menjelang usia kandungan yang 7 bulan, ibuku memanfaatkan hari wetonku untuk pengajian dalam rangka mendoakan aku dan baby suresh, hu hu.. jadi terharu. Ibuku memang masih menganggap hari weton sebagai hari spesial, hampir di setiap hari weton anak-anaknya ibuku berpuasa. Ibu juga selalu puasa setiap anak-anaknya ada ujian. Hu hu, jadi apa hidupku ini tanpa doa ibu :’(. Terimakasih untuk ibu dan juga adikku, Tante Dokter alias Bulik Iyog alias Bu Bas, yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk acara ini >:D<.
Alhamdulillah sampai detik ini, mama suresh dan baby suresh sehat. Dan menjelang 7 bulan ini, PR mencari nama belum juga dikerjakan!! wew… Aku sampai mengancam bapaknya, "klo ga dapat2 nama juga, beneran aku kasih nama wisanggeni ya!!!" He he, papa suresh tidak setuju dengan nama wisanggeni, karena baby suresh bukan anak buangan. Dan jujur sebenarnya aku juga kurang suka nama wisanggeni –walaupun gagah banget kan? dia juga super sakti!– karena tidak mau papa suresh menjadi seperti arjuna yang bojonya bertebaran di mana-mana he he.
Ancaman pun berlanjut, "paling parahnya, klo ga dapat-dapat nama terpaksa aku kasih nama raul." Wew, tapi dalam hal ini kami pun telah sepakat, "kasihan baby suresh kalau dinamai raul, nanti dia menanggung beban berat." Istilah wong jowo: kabotan jeneng. Abis klo dinamain raul ntar baby suresh dituntut harus jadi orang yang guanteng, puinter, dan suabar…. He95x. Tapi jadi timbul ide lagi, nanti kalau dinamain raul, trus raul punya adik namain lagi raul… manggilnya tinggal pake angka, 1..2..3.. Kataku, sekalian aja sampai raul 55. Kata suamiku, sekalian aja sampai raul 102. Kataku, baiklah sekalian saja bikin armada becak. Ya ya ya, tentu saja suamiku setuju. Wew, kataku akhirnya: "kalau mau 102 anak, aku ga mampu… poligami aja sana… (:|"