Ayo Baca
Saat kubilang aku sedang membaca biografi Om Dur, ada yang berkomentar: "Jangan percaya biografi, yang ditulis baik-baiknya saja, borok2nya ditutupi." Nah, yang beginilah yang sering terjadi, baca aja belum tapi dah berkomentar. Seperti halnya dalam menghadapi orang lain, kenal aja belum tapi udah berani menghujat. Dia juga belum tahu kalau aku pun lebih suka membaca biografi/memoar yang tulus, apa adanya. Dia ga tahu kalau aku sebel banget sama memoarnya Pak James Frey he he.
Setelah masa-masa menyukai cerpen, trus masa-masa menyukai novel, akhir-akhir ini aku gi suka baca-baca biografi atau memoar. Salah satu bagian yang aku sukai dari sebuah biografi atau memoar adalah bagian yang menceritakan bagaimana interaksi tokoh dengan keluarganya. Dari biografi om dur aku jadi tahu bahwa dia adalah orang yang sukar memperlihatkan rasa sayangnya pada keluarganya. Mungkin karena latar belakang masa mudanya yang cenderung jauh dari keluarga, apalagi sepeninggal bapaknya di usianya yang baru 12 tahun. Diceritakan, suatu saat Yenny mengajak bapaknya keluar, lalu dengan kikuk Yenny menyodorkan tangannya agar digenggam bapaknya. Dengan kikuk pula disambut oleh bapaknya. Konon sejak saat itu Bapaknya lebih bisa mengekspresikan kedekatan pada keluarganya. Satu lagi contoh, bagaimana sebuah simple gesture bisa membuka sumbat kasih sayang dan bagaimana orang tua pun bisa belajar dari anaknya yang masih kecil.
Dari Om Dur, satu lagi yang membuat pendapatku mantap mengenai cara agar orang bisa menghargai kemajemukan dan berwawasan luas yaitu dengan banyak bergaul dengan berbagai macam orang yang berbeda-beda, banyak membaca, banyak jalan-jalan dan dalam kasus Om Dur banyak nonton film he he.
Seperti pak Bryson juga… sejak kecil dia membaca membaca membaca. Sering pula dia diajak ayahnya ke luar kota untuk meliput pertandingan baseball. Setiap liburan, ayahnya membawa istri dan semua anaknya menjelajahi Amerika dengan mengendarai mobil mereka yang tidak ber-AC. Walaupun Pak Bryson sering mengolok-olok kebiasaan ayahnya itu tapi toh pengalaman berkeliling Amerika itu mengesankan sekali. Terbukti bertahun-tahun kemudian dia melakukan semacam napak tilas perjalanan ayahnya, walau tidak sepenuhnya, dan menceritakannya ke dalam buku. OOT, aku suka ama Pak Bryson apalagi setelah liat fotonya yang menurut aku mirip Joey tapi versi tua dan brewokan hihihihi.
Hillary, yang sampai sekarang memoarnya belum selesai kubaca :P, sejak kecil didorong oleh ibunya untuk membaca membaca membaca. Aku kagum sama ibu Hillary, kalau saja si ibu menulis memoar mungkin ceritanya jauh lebih menarik bagiku daripada memoar Hillary :P. Walaupun masa kecilnya penuh penderitaan dan disia-siakan tetapi si ibu ini menjadi ibu yang kuat dan hebat, hiks hiks.
Ibu pak Bryson juga berasal dari keluarga yang sangat miskin dan aneh, tapi dia berhasil menjadi wanita karir (pada masa itu bahkan di Amerika pun wanita bekerja adalah sesuatu yang aneh) sekaligus ibu yang lucu dan penuh kasih sayang.
Ibu Kartini… walaupun dia dikungkung di lingkungan keluarga ningrat, tapi dia berpikiran maju karena rajin membaca.
Makanya teman-teman, mari kita membacaaaaaaa…………
Ayo geng motor, daripada mbacok-mbacok orang di pinggir jalan… membaca ajaaaa… Masih bisa sambil dengerin Ape-nyet kok
:D :D.
Anak yang rajin membaca itu bukannya ga bisa jadi anak yang gaul lo. Contohnya ga jauh-jauh, si ams, walaupun waktu kecilnya dia rajin membaca (Oh Mama Oh Papa) tapi dia gaul banget, apalagi sama pot dan becak :D. Suamiku yang lucu… waktu kecil dia suka membalik-balik pot karena dia takjub: ternyata ada kehidupan di bawah pot :P. Soal becak… aku pernah cerita kan tentang becak Pak Pareng?
Kembali ke biografi om dur, karena om dur seorang tokoh politik maka mau tak mau lebih dari setengah biografinya menceritakan politik dan tetek bengeknya. Bosan bacanya, dan sampai pada titik yang memuakkan kalau udah menceritakan hal-hal yang kotor dan berdarah-darah (:|.
November 25th, 2007 at 10:02 pm
Jeng Sri piye kabare? Lagi hamil ternyata…mudah2an dilancarkan dan dimudahkan amien.
Jeng Sri ini paling aktif update Fs :). Tampak dari luar seperti pendiam, tapi tulisannya lucu-lucu
December 6th, 2007 at 5:24 pm
Amin… Makasih Teh Nung.