Archive for November, 2007

(Terlalu) Sulitkah Memaafkan Orang Tua?

Tuesday, November 27th, 2007

Happy families are all alike; every unhappy family is unhappy in  its own way
Leo Tolstoy - Anna Karenina

Cieh, ceritanya postingan kali ini mau niru gaya Pak Jon Krakauer dalam menulis kisah Chris McCandless di buku Into The Wild. Setiap bab diawali dengan quote dari tokoh-tokoh yang menjadi panutan Pak Chris, dari coretan Pak Chris sendiri, dan juga dari buku-buku pengarang lain yang dibaca oleh Pak Chris. Tolstoy adalah satu dari tiga tokoh panutan Pak Chris.

Belum selesai baca bukunya, tapi aku sudah sampai pada bagian yang menerangkan mengapa Pak Chris tega meninggalkan keluarganya tanpa kabar berita untuk berkelana di pelosok-pelosok Amerika dan menjelajah hutan di Alaska sebagai puncak petualangannya.
Penyebab utama adalah kekecewaan yang mendalam terhadap ayahnya yang kemudian ditudingnya sebagai orang munafik akibat intrik keluarga di masa lalu. Pak Chris merasa ditipu, merasa masa kecilnya seperti sandiwara palsu :(.
Kalau menurutku, sebenarnya Pak Chris menyayangi dan mengagumi ayahnya namun setelah tahu fakta di masa lalu dia menjadi kecewa, ternyata ayah yang dia hormati pernah melakukan kesalahan besar. Parahnya, fakta ini dia ketahui dari orang lain, bukan dari ayahnya sendiri. Parahnya lagi, Pak Chris juga tidak mengatakan hal ini secara terus terang kepada ayahnya. Jadilah… anak yang menutup diri terhadap orang tuanya, dan orang tua yang bertanya-tanya apa yang salah hingga anaknya bersikap demikian.

Ya, orang tua kita adalah manusia juga, yang memiliki kelemahan dan kesalahan. Tapi apakah sesulit itu untuk menerima kelemahan dan kesalahan orang tua? Memang sulit, karena orang tua adalah panutan kita sejak kecil. Rasanya memang sulit untuk menerima bahwa orang yang (harus) kita hormati lebih dari siapapun ternyata tidak sehebat atau sesuci yang kita pikir. Tapi kita ini kan tidak selamanya menjadi anak kecil? Suatu saat menjadi dewasa… dan bukan tak mungkin kelemahan orang tua justru bisa membuat kita lebih menyayangi mereka.

Hhh, serius sekali ya… he he, masih terbawa emosi saat membaca bukunya semalam nih :P. Satu lagi fakta, tapi tidak serius, –> Pak Chris seorang aquarian!!!!!!! Wew, pantesan aneh :P.

Ayo Baca

Sunday, November 25th, 2007

Saat kubilang aku sedang membaca biografi Om Dur, ada yang berkomentar: "Jangan percaya biografi, yang ditulis baik-baiknya saja, borok2nya ditutupi." Nah, yang beginilah yang sering terjadi, baca aja belum tapi dah berkomentar. Seperti halnya dalam menghadapi orang lain, kenal aja belum tapi udah berani menghujat. Dia juga belum tahu kalau aku pun lebih suka membaca biografi/memoar yang tulus, apa adanya. Dia ga tahu kalau aku sebel banget sama memoarnya Pak James Frey he he.

Setelah masa-masa menyukai cerpen, trus masa-masa menyukai novel, akhir-akhir ini aku gi suka baca-baca biografi atau memoar. Salah satu bagian yang aku sukai dari sebuah biografi atau memoar adalah bagian yang menceritakan bagaimana interaksi tokoh dengan keluarganya. Dari biografi om dur aku jadi tahu bahwa dia adalah orang yang sukar memperlihatkan rasa sayangnya pada keluarganya. Mungkin karena latar belakang masa mudanya yang cenderung jauh dari keluarga, apalagi sepeninggal bapaknya di usianya yang baru 12 tahun. Diceritakan, suatu saat Yenny mengajak bapaknya keluar, lalu dengan kikuk Yenny menyodorkan tangannya agar digenggam bapaknya. Dengan kikuk pula disambut oleh bapaknya. Konon sejak saat itu Bapaknya lebih bisa mengekspresikan kedekatan pada keluarganya. Satu lagi contoh, bagaimana sebuah simple gesture bisa membuka sumbat kasih sayang dan bagaimana orang tua pun bisa belajar dari anaknya yang masih kecil.

Dari Om Dur, satu lagi yang membuat pendapatku mantap mengenai cara agar orang bisa menghargai kemajemukan dan berwawasan luas yaitu dengan banyak bergaul dengan berbagai macam orang yang berbeda-beda, banyak membaca, banyak jalan-jalan dan dalam kasus Om Dur banyak nonton film he he.
Seperti pak Bryson juga… sejak kecil dia membaca membaca membaca. Sering pula dia diajak ayahnya ke luar kota untuk meliput pertandingan baseball. Setiap liburan, ayahnya membawa istri dan semua anaknya menjelajahi Amerika dengan mengendarai mobil mereka yang tidak ber-AC. Walaupun Pak Bryson sering mengolok-olok kebiasaan ayahnya itu tapi toh pengalaman berkeliling Amerika itu mengesankan sekali. Terbukti bertahun-tahun kemudian dia melakukan semacam napak tilas perjalanan ayahnya, walau tidak sepenuhnya, dan menceritakannya ke dalam buku. OOT, aku suka ama Pak Bryson apalagi setelah liat fotonya yang menurut aku mirip Joey tapi versi tua dan brewokan hihihihi.

Hillary, yang sampai sekarang memoarnya belum selesai kubaca :P, sejak kecil didorong oleh ibunya untuk membaca membaca membaca. Aku kagum sama ibu Hillary, kalau saja si ibu menulis memoar mungkin ceritanya jauh lebih menarik bagiku daripada memoar Hillary :P. Walaupun masa kecilnya penuh penderitaan dan disia-siakan tetapi si ibu ini menjadi ibu yang kuat dan hebat, hiks hiks.
Ibu pak Bryson juga berasal dari keluarga yang sangat miskin dan aneh, tapi dia berhasil menjadi wanita karir (pada masa itu bahkan di Amerika pun wanita bekerja adalah sesuatu yang aneh) sekaligus ibu yang lucu dan penuh kasih sayang.

Ibu Kartini… walaupun dia dikungkung di lingkungan keluarga ningrat, tapi dia berpikiran maju karena rajin membaca.

Makanya teman-teman, mari kita membacaaaaaaa…………
Ayo geng motor, daripada mbacok-mbacok orang di pinggir jalan… membaca ajaaaa… Masih bisa sambil dengerin Ape-nyet kok :D :D :D.
Anak yang rajin membaca itu bukannya ga bisa jadi anak yang gaul lo. Contohnya ga jauh-jauh, si ams, walaupun waktu kecilnya dia rajin membaca (Oh Mama Oh Papa) tapi dia gaul banget, apalagi sama pot dan becak :D. Suamiku yang lucu… waktu kecil dia suka membalik-balik pot karena dia takjub: ternyata ada kehidupan di bawah pot :P. Soal becak… aku pernah cerita kan tentang becak Pak Pareng?

Kembali ke biografi om dur, karena om dur seorang tokoh politik maka mau tak mau lebih dari setengah biografinya menceritakan politik dan tetek bengeknya. Bosan bacanya, dan sampai pada titik yang memuakkan kalau udah menceritakan hal-hal yang kotor dan berdarah-darah (:|.

Beli Buku Online

Friday, November 23rd, 2007

Ams mengeluh stok bukunya udah abis, wew. Ada hikmahnya juga rupanya dia bekerja di tempat yang minim hiburan. Jadinya dia "terpaksa" rajin baca buku lagi. Sebulan yang lalu berangkat lah dia ke medan laga berbekal lima buku tebal-tebal, berjudul:
1. … lupa, sesuatu dengan Sherlock Holmes gitu lah
2. Bartimaeus Trilogy 1
3. Bartimaeus Trilogy 2
4. Bartimaeus Trilogy 3
5. Harpot & Relikui Kematian eh salah, dia baca Harpot & The Deathly Hallows ding he he, keren kan suamiku baca yang english-nya hihihi.

Mumpung sekarang dia mau pulang, aku menyiapkan buku-buku baru untuk bekalnya kembali ke medan perjuangan nanti. Ada 6 buku tebal-tebal yaitu 3 buku dari trilogi His Dark Materials, dan 3 buku dari seri Chronicles of Ancient Darkness. Keenam buku ini aku pesan dari BukaBuku. Ke Bandung gratis ongkos kirim loh. Pesen di BukaBuku ini lumayan memuaskan. Tgl 22 aku konfirmasi pembayaran, tgl 23 status barang sudah dikirimkan. 

Minggu lalu aku pesen buku secara online juga di inibuku, satu buku Gus Dur (gara-gara Kick Andy nih :P), satu lagi buku jadul Harimau Harimau yang pengin kubaca lagi dan kukoleksi untuk melestarikan sastra Indonesia, cieh.
Aku sudah beberapa kali pesan buku di inibuku, sejauh itu cukup memuaskan. Hanya saja yang terakhir ini berbeda hu hu. Aku konfirmasi pembayaran tgl 16… eh status buku terkirim tgl 21, dan nyampe tgl 22. Hu hu hu… Tapi ada satu hal yang membuatku terkesan, mereka memberitahukan bahwa ongkos kirim yang mereka sampaikan sebelumnya ternyata berlebih, akibatnya kata mereka aku punya kelebihan uang Rp 4000 yang masih ada di mereka hihihi. Padahal kalaupun mereka ga bilang gitu… aku juga ga bakalan tau dan ga bakalan menuntut. Aku sangat menghargai tindakan mereka dan aku jadi merasa harus pesen buku lagi dari mereka :P :P.

Btw, aku sebenernya sudah baca buku pertama His Dark Materials yaitu The Golden Compass… tapi versi ebook-nya. Masalahnya, ams ga bisa baca ebook :((. Hu hu, jadi lah terpaksa beli juga bukunya (terjemahan). Tapi aku udah wanti-wanti ke dia: "entar klo pindahan lagi jangan ngeluh ya… karena kardus bukunya bakalan tambah berat lagi."

Candu

Tuesday, November 20th, 2007

Kemarin aku pulang dari kantor kemalaman. Bukan… bukan karena sedang banyak pekerjaan, tapi karena aku… karena aku… kecanduan never-ending-quiz-nya flixter. Hwaaa… Abis welcome email dari flixter-nya telat nyampe di inbox-ku sih. Isinya seperti biasa ucapan selamat datang plus tips yang salah satunya gini nih bunyinya:

2. Do NOT play the Quiz

The Never-Ending Movie Quiz is insanely addictive.  And it never ends.  If you value your time, the best thing is to just not start.

Terlambat sudah sayang, aku terlanjur mengikutinya he he. Sebagai antisipasi, hari ini aku berjanji tidak akan membuka quiz flixter sebelum kerjaan beres.

Tapi dipikir-pikir ada yang aneh banget dengan pertanyaan-pertanyaannya.. Masak sampai skorku yang ke 4500 tidak ada satu pun pertanyaan tentang Mr Jude Law. Wew, tidak betul ini!!!

Saking asyiknya mainan flixter si suresh sampai gelisah, nendang-nendang. Kalau menurutku dia mau bilang gini: "Ibu…. perlu sugar rush nih Bu!!!" atau gini: "Ibu… mana Paman Buble Bu!!" he he, soalnya jam-jam segitu biasanya aku sudah nongkrong di depan kompu di rumah sambil main sudoku dengan iringan lagu yang dinyanyikan penuh khidmat oleh Mas Buble. Lagu yang itu-itu terus, judulnya Always On My Mind.

Lagu yang always on my mind, never-ending-quiz yang always on my mind… untunglah quiz itu ga sampai kebawa mimpi. Ga seperti waktu aku pertama kali keranjingan sudoku… mimpiku berisi pencarian panjang angka yang hilang di antara 1 dan 9…. cpd.

Kick Andy: Om Dur

Thursday, November 15th, 2007

Tadi malam sekitar jam setengah sepuluh, aku sibuk sms-in ams dan gary: "jangan lupa nonton kick andy malam ini… ada om dur…" Om Dur adalah panggilan spesial yang diberikan oleh ams kepada salah satu orang yang aku gemari hihi. Rupanya ams sudah bobok, sedang gary bilang:
- ga suka gus dur, nyleneh, lebih suka gus pur (wew, piye tho… gus pur aja ngefans ama gus dur >:P)
- sudah kriyep2
- sudah selimutan
Hwek… terakhir dia bilang
- waktu disuruh nonton pak sri sultan ama ikal aja bilangnya ga kuat nahan kantuk, giliran gus dur dibela2in.
Ya iyalah, om dur kan lebih spesial, gitu aja kok repot :D.

Terlepas dari soal politik dan tetek bengeknya, aku suka om dur karena dia lutu. Banyak orang bilang dia aneh, tapi aku kan emang suka ama orang aneh? :D Sebenarnya menurutku om dur bukannya aneh, hanya saja orang-orang pada ga mudeng sama pemikirannya yang ternyata logis dan dasarnya sederhana (begitu pulalah yang dikatakan oleh mbak Yeni Wahid).

Semalam terungkap juga sisi lain om dur sebagai bapak dan suami, seperti yang diceritakan oleh ibu Shinta Ir… eh Nuriyah: "ngurusnya gampang, makan apa aja doyan, trus setiap saya habis melahirkan… kalau anak bangun malam-malam, dia yang gantiin popoknya, baru setelah itu digendong, diserahkan ke saya, saya tinggal netekin…" Waaa, om dur memang keren.
Terlihat pula kalau putri-putrinya mencintai dan mendukung bapaknya. Kalau Pak Sydney Poitier bilang "The measure of a man is in how well he takes care of his children" dapat kukatakan berarti om dur ini laki-laki yang hebat, hiks hiks jadi terharu. Semoga ams bisa menjadi laki-laki yang seperti itu, dan aku yakin pasti dia bisa.

Teman-temanku yang budiman, yang belum sempat nonton Kick Andy semalam, tonton ya rerun-nya di Metro TV, Minggu sore jam 3. Jangan lupa!!!

Weton, Syukuran, Nama

Thursday, November 8th, 2007

Kemarin adalah hari wetonku, Kemis Wage. Menjelang usia kandungan yang 7 bulan, ibuku memanfaatkan hari wetonku untuk pengajian dalam rangka mendoakan aku dan baby suresh, hu hu.. jadi terharu. Ibuku memang masih menganggap hari weton sebagai hari spesial, hampir di setiap hari weton anak-anaknya ibuku berpuasa. Ibu juga selalu puasa setiap anak-anaknya ada ujian. Hu hu, jadi apa hidupku ini tanpa doa ibu :’(. Terimakasih untuk ibu dan juga adikku, Tante Dokter alias Bulik Iyog alias Bu Bas, yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk acara ini >:D<.

Alhamdulillah sampai detik ini, mama suresh dan baby suresh sehat. Dan menjelang 7 bulan ini, PR mencari nama belum juga dikerjakan!! wew… Aku sampai mengancam bapaknya, "klo ga dapat2 nama juga, beneran aku kasih nama wisanggeni ya!!!" He he, papa suresh tidak setuju dengan nama wisanggeni, karena baby suresh bukan anak buangan. Dan jujur sebenarnya aku juga kurang suka nama wisanggeni –walaupun gagah banget kan? dia juga super sakti!– karena tidak mau papa suresh menjadi seperti arjuna yang bojonya bertebaran di mana-mana he he.

Ancaman pun berlanjut, "paling parahnya, klo ga dapat-dapat nama terpaksa aku kasih nama raul." Wew, tapi dalam hal ini kami pun telah sepakat, "kasihan baby suresh kalau dinamai raul, nanti dia menanggung beban berat." Istilah wong jowo: kabotan jeneng. Abis klo dinamain raul ntar baby suresh dituntut harus jadi orang yang guanteng, puinter, dan suabar…. He95x. Tapi jadi timbul ide lagi, nanti kalau dinamain raul, trus raul punya adik namain lagi raul… manggilnya tinggal pake angka, 1..2..3.. Kataku, sekalian aja sampai raul 55. Kata suamiku, sekalian aja sampai raul 102. Kataku, baiklah sekalian saja bikin armada becak. Ya ya ya, tentu saja suamiku setuju. Wew, kataku akhirnya: "kalau mau 102 anak, aku ga mampu… poligami aja sana… (:|"