Archive for September, 2007

Kick Andy: Pak Sri

Sunday, September 23rd, 2007

Akhirnya tercapai sudah salah satu cita-citaku yaitu menonton acara Kick Andy episode Sri Sultan HB X. Setelah tidak lulus uji mengantuk pada Kamis malam… cukup puas lah daku dengan menonton rerun-nya pada Minggu sore.
Dan dengan menonton acara itu, timbullah kekagumanku pada Pak Sri. Jadi pengin menjadi rakyat Jogja nih. Kata ams, "lo kan udah." Kataku, "lah aku aja ga nganggap ams itu rakyat Jogja… Kurang menjiwai tu punya raja si Pak Sri." Ya ya, aku lebih menganggap ams itu orang Jakarta kelahiran Jombang yang besar di Jogja… We he he triple J, keren yak. Sedang aku, meskipun separuh berdarah Jogja, dan bapakku termasuk rakyat yang menghormati rajanya (meskipun tidak nampak tapi aku curiga sekali kalau demikianlah adanya, he he, kok curiga sih…), tetep aja aku lebih merasa sebagai orang Temanggung. Bersuamikan orang Jakarta kelahiran Jombang yang besar di Jogja belum cukup membuatku merasa jadi rakyat Jogja hu hu hu.
Lalu timbul ide gimana kalau baby Suresh dikasih nama yang berbau-bau Pak Sri ya… Sultan Suresh Hiswara… hu hu, atau Sri Suresh Maheswara, wu huu tambah india =)). Geuleuh :(.
Ngeliat Pak Sri Sultan berbicara aku malah jadi teringat Bapak Big Boss di KHI, si Pak Setiawan. Padahal apanya yang sama ya? Aku juga bingung. Cara ngomongnya kali ya… tegas-tegas baik hati he he.
Yang aku sayangkan dari Pak Sri Sultan HB IX maupun X adalah ketidakbersediaan beliau berdua mencatat sejarah tapi aku menghormati prinsip mereka bahwa mereka hanya mengabdi, buat apa dicatat-catat, kalau orang mau mengingat ya terserah, ga diingat-ingat juga tidak apa-apa. Dan aku setuju kata Pak Andy, "kalau nggak diingat kok ya kebangeten…."

Terakhir, meneruskan pesan sponsor dari Gary:

Nonton ya Kick Andy minggu ini!! Andrea Hirata nih….. Yuuuk, wajib ditonton untuk bahan cela-celaan ama Gary :P.

Kontrol Minggu Ke-21, Maju Terus Kaum Ibu!!

Sunday, September 16th, 2007

Kontrol terakhir kemaren diawali insiden aku ngomel-ngomel ke ams tentang "asuransi Equity", padahal tema sebenarnya adalah "kenapa orang-orang kurang empatinya pada kaum ibu khususnya ibu hamil" dan tema besarnya adalah "kaum perempuan sering sekali mendapat perlakuan yang tidak fair". Kalau dah ngomongin soal tidak fair, mewek lah aku. Dan "obrolanku" bersama ams pagi itu diakhiri suatu kesimpulan "aku ingin punya anak yang penyabar dan nrimo kayak ams". He he, serba ga nyambung kan? Maklum, indirect speech :P. Untung ams udah paham dan serba pengertian dan selalu (berusaha) lucu.

Maka pagi itu, aku berangkat ke tempat dokter masih dengan mata yang mbendul-mbendul walaupun sudah dikompres es, akibat nangis dan tidak bisa tidur dari jam 1 hingga jam 6 pagi.
Seperti yang sudah aku pelajari dari hasil tes lab, dokter bilang, "kamu anemia" dan seperti yang sudah aku duga, dokter bilang, "saya sarankan kamu tidak puasa, kapan mau sembuhnya kalau puasa?" Karena mataku yang mbendul-mbendul dan moodku yang masih jelek mungkin aku tambah kelihatan ga sehat di mata dokter, he he. Karena mood itu juga aku terima semua omongan dokter dengan kalem dan lempeng. Keluar dari tempat praktek, ke apotek, bayar di kasir, keluar, nyebrang jalan nan lebar dan naik angkot dengan lempeng.

Sampai di angkot baru mikir, "apa bener dokter tadi ngomong ini itu?" Mulai deh terharu karena bahagia. Gigit bibir nahan mewek. Berhasil. Jadinya turun dari angkot masih cukup lempeng. Masih sempat beli air galonan dengan lempeng, angkat-angkat air segalon dengan lempeng..hehe itu sih pak warungnya. Di rumah, berusaha mencerna lagi omongan dokter he he, info-infonya sampai kutulis di catatan ibu hamil dan post it biar ga lupa :D.
Kemudian nelpun ams. Awalnya masih kalem dan lempeng, ngasih tau soal "bayi sehat, berat 470, kata dokter normal, saran dokter ga usah puasa biar sembuh anemianya…" Tapi tiba di "puncak acara" jebol lah tangisku karena terharu bahagia. Kalau ams ada bersamaku pasti acara nangisnya sambil peluk2an saking bahagianya. Tapi kata ams, "tunggu.. bentar lagi, tinggal 3 minggu…" O iya ya, tinggal 3 minggu, bentar. Jadi pengin nangis lagi dan meluk suamiku yang penyabar >:D<. Segala hal tidak fair yang diomongin di pagi hari tadi jadi seperti tidak ada artinya, "ah peduli amat soal itu. Aku bisa! Aku kuat karena dan demi orang-orang yang kusayangi ini!". Kalau diturutin pulsa 50rebu bisa abis buat nelpun suami, "sudah dulu yaaa".
Abis itu nelpun ibukku dan udah ga kalem lagi. Kalau telpun-telpunan ama ibukku sering kali harus sambil teriak-teriak dan tertawa-tawa. Tapi walaupun kami tertawa-tawa aku tahu kalau ibukku, sama halnya denganku, mengusap air mata di sela tawa kami. Hu hu, buah tidak jauh jatuh dari pohonnya.

Abis itu nonton Oprah tentang ibu-ibu rumah tangga yang jadi jutawan karena alasan-alasan "sederhana". Ada yang karena agorafobia, ada yang karena ga nemu gaun pengantin yang cocok, ada yang iseng menghias sendal crocs. Tapi yang paling kusoroti adalah ibu pemilik perusahaan scrap metal yang memulai usaha hanya karena naluri untuk memberi makan anak-anaknya. Ibu ini sering sekali diremehkan oleh para laki-laki saat angkat-angkat batere, pipa.. dll ke truknya, hu hu kebayang beratnya. Tapi semakin diremehkan, semakin kuatlah dia. Dan orang-orang yang meremehkan dia sekarang sudah bangkrut, sedang dia sudah memiliki perusahaan besar. Sungguh inspirasional. Kayaknya aku salah nih milih partner kerja, karena aku dan Agus kalau kerja malah kayak lagunya Shanti: Saling Memuji. Nanti deh aku pesenin Agus supaya sering-sering meremehkan aku walaupun aku akan tetap memujinya sebagai si ganteng pinter bageur. Balegggg! :P
Malamnya nonton ibu-ibu hebat di acara B4M di Metro: Bu Ani si ibu negara, Bu Siti Fadilah si ibu menteri kesehatan, Bu Meutia Hatta si ibu menteri pemberdayaan wanita, ama Profesor Rulina si ibu ketua satgas ASI. Salut Bu! Ayo ibu-ibu, kita sukseskan program inisiasi menyusui dini, dan ASI eksklusif 6 bulan. Kita perjuangkan hak asasi kita dan anak-anak kita walaupun sering sekali kita mendapat perlakuan yang tidak fair.

Teriring selalu doa, agar baby Suresh lahir sehat normal dan bisa mendapatkan haknya untuk inisiasi dan ASI ekslusif.

Ngiri Ngimpi

Thursday, September 13th, 2007

Fajar pernah cerita kalau selama hamil dia sering ngimpi aneh-aneh. Waktu kutanya apa misalnya? Dia cerita ngimpinya tentang "Pemerintah Inggris mengeluarkan peraturan ibu-ibu hamil dilarang mulet kalau bangun tidur." Hue he he, waktu itu aku ketawa. Kata Fajar, sering sekali abis mulet kakinya jadi kram.
(mulet=ngulet=nguliat)
Waktu itu aku bilang ke dia, aku ngiri… soalnya sejak hamil aku malah ga pernah ngimpi yang aneh-aneh. Padahal pada saat normal aku sering dan hobi sekali mimpi yang aneh-aneh.
Sekarang aku pengin bilang lagi ke Fajar klo aku ngiri pengin ngimpi juga tentang "Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan ibu-ibu hamil dilarang ngulet kalau bangun tidur." Hwaaa soalnya aku pun sekarang sering kram kaki. Pernah suatu malam kramku sakitttt banget, aku sampai nangis… he he, nangisnya mungkin lebih karena nelongso ding… lagi sakit banget dan sendirian…. ga ada yang memelukku.. hu hu. Gimana mau minta pelukan, lah wong nelpun-nelpun suami aja ga nyambung-nyambung… nasib…nasib… Cuma bisa kirim sms yang nyampenya hari berikutnya… dan tidak ditanggapi pula!! Kadang suamiku terlalu percaya bahwa aku ini kuat dan bisa apa-apa sendiri :’(

Pagi ini nemu tulisan ini: Kaki kram pada bumil, aku merasa lega :P. Yuhuuu peluk cium untuk semua ibu hamil di seluruh dunia.

Ngidam Apa?

Monday, September 10th, 2007

Sepertinya itu adalah salah satu pertanyaan wajib yang ditujukan kepada ibu hamil. Kalau ditanyakan padaku, jawabanku pasti: "Nggak ngidam"
Lha piye tho… daripada senewen karena ga ada yang nyariin sesuatu yang sedang jadi obyek ngidam, mendingan nggak usah ngidam sekalian. Wong doyan makan aja sudah Alhamdulillah.
Tapi kalau sekedar pengin-pengin makan apaaa gitu pernah juga sih tapi wajar aja karena pas ga hamil juga sering pengin-pengin makan sesuatu. Ini kan ga pake acara maksa-maksa suami nyari-nyariin, atau minta di tengah malam atau yang lainnya :P. Kalau ngga keturutan ya ngga kepikiran.
Baiklah, salah satu makanan yang aku penginin di masa hamilku adalah: TEMPE GEMBUS =))
Asal muasalnya adalah dari kasus penyakit massal misterius di Magelang… yang semula dikira hepatitis (kalau ga salah) we lah ternyata penyebabnya adalah keracunan tempe gembus :D. Ngobrol-ngobrol sama Mama Krabs… lama-lama kami berdua malah jadi pengin makan tempe gembus hue he he he. Tema tempe gembus juga jadi tema ngobrol ama adikku juga. Sampai aku sebut2 juga di status di YM. Patrick yang baca statusku jadi penasaran ama yang namanya tempe gembus sampai dia merikues foto tempe gembus :P saking penasarannya.
Tapi berhubung tempe gembus ini keberadaannya cukup langka he he, bukan langka sih tapi palingan ada di Jogja dan Jawa Tengah aja… jadinya aku ngomong2 ama Mama Krabs: "wah… awal September aku mau mudik Jogja nih… ntar makan tempe gembus ah di sana."
Waktu berlalu, saatnya mudik pun tiba… keinginan menyantap tempe gembus itu sudah terlupakan. Tapi ndilalah waktu nongkrong pagi-pagi di teras rumah mbakku ama ams, iYog dan juga om Bas… mas iparku datang membawa macam-macam gorengan. Dan betapa terharunya waktu kutahu bahwa salah satu jenisnya adalah tempe gembus =)). Hore95x. Sayang ga bawa kamera, jadinya ga motretin tempe itu buat si Patrick :P. Alhamdulillah juga tempe-nya ga beracun, terbukti setelah seminggu makan si gembus aku masih bisa nulis blog :P.
Sebenarnya di Jogja aku pengin menyantap bakmi, soalnya di sini ga ada bakmi Jogja yang enak. Bahkan yang di Jl Bengawan pun tambah ga enak, dulu biasa-biasa aja dan sekarang jadi ga enak :|. Sayang waktu terbatas, hingga ams cuma ngajakin aku ke warung bakmi di Terban… itu pun tutup hu hu hu. Tambah ilfil liat warung-warung di sekitar yang memajang tulisan "Spesialis B1 dan B2" hu hu hu. Akhirnya kami maem soto Lentok P Sadari. Lha kok tambah minimalis ya perasaan… he he he, nasinya tambah kampul-kampul apalagi dagingnya… Tapi tetep enak dan seger kok. Dan terbukti tetap laris.
Di rumah mbakku itu juga ams ketemu ibukku, pesan ibukku tetap sama: "kalau bojomu pengin apa-apa dituruti ya…" - "Nggih Bu…" Halah, inggih di bibir doang, aku bilang pengin Piyo tetap ga diturutin tu >:P.

Separuh Jalan

Sunday, September 9th, 2007

Hari ini genap 20 minggu, Alhamdulillah… Semoga ke depan lancar-lancar saja, sehat semuanya. Wiken ini rencana mau kontrol, sepertinya jenis kelaminnya sudah kelihatan.
Walaupun mendapat ‘bombardir’ nama dari Gary, Alhamdulillah aku selamat dari racun Gary… Akhirnya aku mantap pada satu nama, tapi buat perempuan… hu hu, yang buat laki-laki belum nemu yang cocok, padahal feeling-ku si baby kan cowok.
Berikut ini beberapa nama usulan Gary:
- Raoul Suresh, Jr
- Rama
- Shinta *shifty*
- Sebening Embun
- Pelangi Hati
- Petir di Siang Hari
- …. masih banyak lagi, bisa ikutan kena penyakit gila nomor 19 kalau kulanjutkan.
Kesimpulannya, Gary ngusulin nama yang kalau ga berbau India ya berbau judul sinetron (:|
Suatu malam aku usulkan nama dengan ide yang sungguh cemerlang pada Gary: "Andrea Hirata Hiswara" Dan ini komentarnya:

"Tak terkatakan indahnya nama itu. Seumpama bintang bersinar di belitong"

=))
Oalah Pak Ikal… mbok ya itu si Gary diadopsi, kayaknya dia tergila-gila banget sama Anda… Anaknya lucu kok… sama-sama pegawe t*lk*m pula >:P.

Apa Kabar Baby Suresh?

Tuesday, September 4th, 2007

Baby Suresh mulai kerasa tendangannya pada usia kehamilan 17 minggu, tidak lama setelah kontrol yang terakhir yang membahagiakan Papa dan Mama Suresh. Gimana tidak bahagia melihat Baby Suresh yang lucu banget, dan yang lebih penting lagi yaitu sehat. Suster aja sampai berkomentar, "ih lucu ih lucu" saat ikutan ngeliat monitor USG.
Mama Suresh mulai hilang mualnya pada usia kehamilan 16 minggu, tepat di saat pindah rumah. Aktivitas Mama Suresh sudah normal lagi, bahkan terkadang berat. Namun dengan aktivitas Mama Suresh yang padat, Mama Suresh jadi ga kepikiran kalau sedang hidup sendiri. Terkadang Mama Suresh tersenyum sendiri, saat mendengar Papa Suresh mengeluh kesepian nun jauh di hutan sana.
Tidur Mama Suresh sekarang selalu nyenyak. Jam tidur sudah normal. Dengan ini, masa hibernasi telah berakhir.
Dalam perkembangannya hingga sekarang, Mama Suresh mendapati bahwa Baby Suresh tergolong moody baby. Wew. Tepat seperti pepatah favorit Kakek Krabs yang selalu dipakainya untuk menghina Mama Suresh, "buah tidak jatuh jauh dari pohonnya". Moody baby comes from a moody mommy. Kok bisa si Baby Suresh disebut-sebut moody baby? He he, suatu hari aktivitas Baby Suresh terlalu tinggi, nendangnya ga kira-kira, dari pagi hingga malam sibukkkk terus. Tepat keesokan harinya dia tenang sekali… nendang dalam sehari paling cuma 5 kali. Mama Suresh sampai khawatir. Tapi di hari-hari selanjutnya kok biasa lagi. Mama Suresh lantas teringat bahwa di hari Baby Suresh terlalu aktif itu… Mama Suresh sedang stress gara-gara banyak urusan: persiapan mudik, keran jebol dan air ngalir terus terbuang sia-sia, urusan asuransi kesehatan belum beres, kartu ATM BNI belum diambil, air galonan habis, gas mau habis. Wew…
Papa Suresh penasaran, pengin tau tendangan baby-nya… Makanya waktu pulang kemaren, sampai di rumah dia langsung elus2 perut. He he, namanya juga moody baby, dia mau nendangnya kalau dia lagi pengin aja kali… :P. Diajak ngobrol tetap diem. Sampai Papa Suresh baca dongeng pun, baby tetap anteng. Papa Suresh cuma cemberut.
Akhirnya Papa Suresh merasakan tendangan baby-nya di kereta. Saat Papa tidur di pangkuan Mama. Baby kayaknya ga terima, ditendang lah kepala Papanya. Papa mengira dia kena sikut Mama… setelah tau kalau dia barusan jadi sasaran tendang, Papa langsung tertawa-tawa bahagia.
Syukurlah Papa Suresh bisa merasakan tendangan anaknya sebelum dia berangkat lagi ke tengah hutan.

Bapak, kerja yang semangat yaaaa!!!

Edensor

Tuesday, September 4th, 2007

Minggu kemaren aku minta tolong Dian nemenin aku pergi ke BBC, sebuah alternatif setelah Palasari kebakaran *wew*. Baru pertama nih ke BBC, yang ngasih tau ada BBC juga Dian. Ternyata lumayan… diskonnya 20%. Setelah pilah-pilih buku dongeng sederhana, aku inget Gary yang manyun terus karena aku belum baca Edensor hihihi. Jadi yah… terpaksa deh beli Edensor juga.
Sampai rumah kasih kabar ke Gary, kata dia, "udah basi :P"
Setelah baca, komentarku ke Gary, "lebih suka buku ini. More real, less bombastic :P"
Mungkin karena rentang waktu penulisan dengan waktu kejadian belum terlalu lama, Pak Andrea jadi bisa lebih realistik hihihih. Walaupun tetep… ada yang bikin aku mengernyitkan dahi. Misal… Pak Andrea hampir mati kedinginan trus ditimbuni daun rowan sama Pak Arai… masak sih? Misal… Pak Andrea dan Pak Arai terlunta-lunta di pelosok-pelosok Rusia hingga berbulan-bulan, masak sih? Hu hu, kalau ga nyampe dua bulan ga usah ditulis berbulan-bulan dong… he he, kalau pun bener sampai berbulan-bulan… la apa ga niat kuliah tho?
Trus si Jerman cantik memilih Pak Andrea? Hu hu hu, bagiku lebih wajar kalau Hermione suka ama Ron daripada si Jerman cantik suka ama Pak Andrea. He he, anehnya dalam hal ini, Gary sepakat. *Wew* Gary emang ga romantis.
Tinggal satu buku lagi dalam tetraloginya… Mau ga dibaca kok tanggung… yuuuu :P. Ditunggu aja deh terbitnya.