Kontrol terakhir kemaren diawali insiden aku ngomel-ngomel ke ams tentang "asuransi Equity", padahal tema sebenarnya adalah "kenapa orang-orang kurang empatinya pada kaum ibu khususnya ibu hamil" dan tema besarnya adalah "kaum perempuan sering sekali mendapat perlakuan yang tidak fair". Kalau dah ngomongin soal tidak fair, mewek lah aku. Dan "obrolanku" bersama ams pagi itu diakhiri suatu kesimpulan "aku ingin punya anak yang penyabar dan nrimo kayak ams". He he, serba ga nyambung kan? Maklum, indirect speech :P. Untung ams udah paham dan serba pengertian dan selalu (berusaha) lucu.
Maka pagi itu, aku berangkat ke tempat dokter masih dengan mata yang mbendul-mbendul walaupun sudah dikompres es, akibat nangis dan tidak bisa tidur dari jam 1 hingga jam 6 pagi.
Seperti yang sudah aku pelajari dari hasil tes lab, dokter bilang, "kamu anemia" dan seperti yang sudah aku duga, dokter bilang, "saya sarankan kamu tidak puasa, kapan mau sembuhnya kalau puasa?" Karena mataku yang mbendul-mbendul dan moodku yang masih jelek mungkin aku tambah kelihatan ga sehat di mata dokter, he he. Karena mood itu juga aku terima semua omongan dokter dengan kalem dan lempeng. Keluar dari tempat praktek, ke apotek, bayar di kasir, keluar, nyebrang jalan nan lebar dan naik angkot dengan lempeng.
Sampai di angkot baru mikir, "apa bener dokter tadi ngomong ini itu?" Mulai deh terharu karena bahagia. Gigit bibir nahan mewek. Berhasil. Jadinya turun dari angkot masih cukup lempeng. Masih sempat beli air galonan dengan lempeng, angkat-angkat air segalon dengan lempeng..hehe itu sih pak warungnya. Di rumah, berusaha mencerna lagi omongan dokter he he, info-infonya sampai kutulis di catatan ibu hamil dan post it biar ga lupa :D.
Kemudian nelpun ams. Awalnya masih kalem dan lempeng, ngasih tau soal "bayi sehat, berat 470, kata dokter normal, saran dokter ga usah puasa biar sembuh anemianya…" Tapi tiba di "puncak acara" jebol lah tangisku karena terharu bahagia. Kalau ams ada bersamaku pasti acara nangisnya sambil peluk2an saking bahagianya. Tapi kata ams, "tunggu.. bentar lagi, tinggal 3 minggu…" O iya ya, tinggal 3 minggu, bentar. Jadi pengin nangis lagi dan meluk suamiku yang penyabar >:D<. Segala hal tidak fair yang diomongin di pagi hari tadi jadi seperti tidak ada artinya, "ah peduli amat soal itu. Aku bisa! Aku kuat karena dan demi orang-orang yang kusayangi ini!". Kalau diturutin pulsa 50rebu bisa abis buat nelpun suami, "sudah dulu yaaa".
Abis itu nelpun ibukku dan udah ga kalem lagi. Kalau telpun-telpunan ama ibukku sering kali harus sambil teriak-teriak dan tertawa-tawa. Tapi walaupun kami tertawa-tawa aku tahu kalau ibukku, sama halnya denganku, mengusap air mata di sela tawa kami. Hu hu, buah tidak jauh jatuh dari pohonnya.
Abis itu nonton Oprah tentang ibu-ibu rumah tangga yang jadi jutawan karena alasan-alasan "sederhana". Ada yang karena agorafobia, ada yang karena ga nemu gaun pengantin yang cocok, ada yang iseng menghias sendal crocs. Tapi yang paling kusoroti adalah ibu pemilik perusahaan scrap metal yang memulai usaha hanya karena naluri untuk memberi makan anak-anaknya. Ibu ini sering sekali diremehkan oleh para laki-laki saat angkat-angkat batere, pipa.. dll ke truknya, hu hu kebayang beratnya. Tapi semakin diremehkan, semakin kuatlah dia. Dan orang-orang yang meremehkan dia sekarang sudah bangkrut, sedang dia sudah memiliki perusahaan besar. Sungguh inspirasional. Kayaknya aku salah nih milih partner kerja, karena aku dan Agus kalau kerja malah kayak lagunya Shanti: Saling Memuji. Nanti deh aku pesenin Agus supaya sering-sering meremehkan aku walaupun aku akan tetap memujinya sebagai si ganteng pinter bageur. Balegggg!
Malamnya nonton ibu-ibu hebat di acara B4M di Metro: Bu Ani si ibu negara, Bu Siti Fadilah si ibu menteri kesehatan, Bu Meutia Hatta si ibu menteri pemberdayaan wanita, ama Profesor Rulina si ibu ketua satgas ASI. Salut Bu! Ayo ibu-ibu, kita sukseskan program inisiasi menyusui dini, dan ASI eksklusif 6 bulan. Kita perjuangkan hak asasi kita dan anak-anak kita walaupun sering sekali kita mendapat perlakuan yang tidak fair.
Teriring selalu doa, agar baby Suresh lahir sehat normal dan bisa mendapatkan haknya untuk inisiasi dan ASI ekslusif.