Mudik Lagi, Pengalaman Pertama Naik Bus
Wiken kemarin, aku mudik lagi, ga kapok2 ya.. baru aja seminggu balik dari kampung. Ya, mudik lagi karena si Iyog, adikku satu-satunya, menikah. Aku berangkat dari Cilegon Jumat siang, sendirian. Baru pertama kali ini aku pulang naik bus langsung dari Cilegon. Pada mudik-mudik yang sebelumnya aku lewat Bandung. Mudik yang pertama dan kedua: Arimbi dilanjut Kramatdjati. Mudik yang ketiga: Arimbi dilanjut Argo Wilis. Cinta Arimbi? Gak sih, mungkin lebih tepatnya cinta Bandung.
Aku naik bus Tali Jaya Putra. Secara teori berangkat dari Cilegon jam 2 siang. Kenyataannya, bis nyampe di agen jam setengah 3, trus masih harus ke Serang dulu untuk menjemput penumpang di agen-agen yang lain. Mending kalau njemputnya itu bentar. Yang ini pake acara nunggu selama beberapa lama dulu. Jadinya pasrah aja waktu nyampe Jakarta kena macet :(. Nyampe di rumah jam 5 pagi, selamat tak kurang sesuatu apa kecuali harga diri yang terlukai karena seorang pengamen kurang ajar !!!
Nasib ams, suamiku satu-satunya :P, lebih baik. Dia berangkat Sabtu siang. Bus yang sama. Berangkat tepat waktu, jam 2 siang. Bus ga lewat Semarang, tapi dari Weleri lewat Temanggung menuju Jogja. Jadi bisa turun dekat rumah. Nyampe rumah jam setengah 4, dan waktu dia masuk ruang tengah, dia dikira mbak Las sama Bapakku yang terkantuk-kantuk :P. Secara aku istrinya, begitu dia buka pintu ruang tengah, aku langsung melek walaupun masih nguantuk banget karena somehow aku yakin yang membuka pintu adalah ams (dan bukan mbak Las :P), kemudian aku segera berlari keluar kamar untuk menyambutnya (cieh, Bollywood banget ya).
Minggu jam 3 dah harus berangkat lagi untuk balik ke Cilegon. Ternyata bisnya datang di terminal jam 5 :(. Tau gitu masih bisa agak santai-santai di rumah, setelah kecapekan menyalami tamu (kayak yang nikah aja). Kali ini kami berdua naik Putra Remaja. Kelasnya sih AC VIP. Kenyataannya, mendekati ekonomi :(. Dapat tempat duduk di dekat toilet yang bau pesing. Kursinya udah agak rusak. Kursi ams ga ada sandaran tangannya, kursiku sandaran tangannya dah bolong jadinya malah bikin sakit tanganku. AC-nya ga bisa ditutup dan terpaksa ditambal pake tisu sama ams. Eh, ternyata ada bolong di pintu belakang bus jadinya angin dari luar masuk ke dalam, brr dingin…
Untungnya penumpang lain yang duduk dekat pintu itu juga ngerasa kedinginan sehingga dia berinisiatif menambal bolongnya itu. Trus kursi depanku reclining-nya dah rusak, jadinya kursinya ga bisa agak ditegakin :(. Kebalikannya, kursi depan ams ga bisa dicondongin ke belakang, he he.. kasian tu yang duduk di situ simbah-simbah.
Yah apa daya, nyari bus-nya dadakan, yang lain penuh-penuh, jadilah kami dapat "koret-koretan" (istilahku :P).
Rute Putra Remaja aneh, kalau Tali Jaya Putra sebisa mungkin konsisten dengan jalur Pantura (kalau ga ada penumpang yang turun di daerah Semarang dan sekitarnya, bus ke arah selatan mulai dari Weleri), Putra Remaja dari Magelang ambil jalur Selatan trus ga tau sampai mana (karena aku tertidur) dia ke utara lagi menuju Brebes. Nyampe di Cilegon secara omongan orang agen adalah jam 5 pagi, kenyataannya jam setengah 8 baru keluar dari gerbang tol Cilegon Barat X(.
Soal pemberhentian di Rumah Makan, Putra Remaja lebih baik. Yang menuju Cilegon, Putra Remaja berhenti di sebuah rumah makan di daerah Kebumen. Kamar mandinya buanyak, mushola-nya buanyak, menu makanan di rumah makannya lebih bervariasi, lebih enak, dan lebih murah. Yang menuju Jogja, Tali Jaya Putra berhenti di sebuah Rumah Makan di daerah Pamanukan. Menu makanan terbatas, ga enak, dan mahal.
Secara keseluruhan, aku dan ams sepakat lebih memilih Tali Jaya Putra daripada Putra Remaja. Pulang yang selanjutnya ditarget naik Safari Darma Raya (ada ga ya yang dari/ke Cilegon?).
June 26th, 2009 at 10:34 am
rutenya putra remaja emang gitu mbak, dari selatan magelang-purworejo-purwokerto menuju brebes lanjut cirebon-cikampek-dst.. sebenernya ada rute utara dan selatan, tergantung dapet bisnya aja. biasanya seh aku naik putra remaja ke lampung nyampek merak jam 5-6 pagi. tergantung jalanan juga, terkadang kena macet.
kalo yang rumah makan di kebumen itu rumah makan lestari. emang enak makan disitu, menu banyak, harga murah pula.. senengnya naik putra remaja jalur selatan ya makan di rumah makan lestari, kalo lewat pantura rumah makannya nggak ada yang cocok dihati. hehe