Aku Masih Kecil 2
Pada bulan Desember 2005 aku menulis posting Aku Masih Kecil. Alhamdulillah setelah hampir satu tahun, aku masih bisa menulis posting Aku Masih Kecil episode ke-2.
Ceritanya lagi-lagi di kawinan!! Kali ini nikahannya Iyog. Waktu ibunya om Baz (suami Iyog) kenalan sama aku, komentar si ibuk adalah: "Loh punika mbakipun Yoga? Lha kok malah luwih alit nggih?" — "Loh ini mbaknya Yoga? Lha kok malah lebih kecil ya?"
Sebenarnya aku dan ams memahaminya dengan cara yang berbeda. Kataku: maksud ibu mertua adikku itu aku lebih muda. Kata ams: maksudnya adalah aku lebih kecil secara fisik (lebih pendek, lebih kurus
). Memang sih, Iyog lebih tinggi daripada aku, tapi paling2 cuma selisih 2 senti ah :P. Dan memang sih, aku sekarang kurusan (turun 2-3 kilo dari berat badan yang biasanya).
Soal lebih kurus ini sempat membuat huru hara antara aku dengan ams. Aku menyampaikan teori more work less fun sebagai penyebab turunnya berat badanku. Kerjaku lebih keras sehingga tak ada waktu lagi untuk main game, nyanyi-nyanyi, baca buku, nonton infotainment, main DDR, shopping2 (eh, ini sih karena ga ada tempat shopping yang asyik saja di Cilegon :P).
Psst… sebenarnya teori more work less fun itu cuma alasanku untuk cari perhatian, biar ams ga terlalu nyebelin kalau baru saja pulang dari kantor dan biar lebih sering dikit-dikit bantuin aku di rumah :P. Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin aku lebih kurus karena puasa ;)). Lagipula aku selalu lebih memilih untuk lebih kurus daripada lebih gemuk, asalkan ga nyampe di bawah 40 kilo saja
(maaf Gary >:D<). Jadi tak ada alasan menyalah-nyalahkan ams kecuali, tentu saja, untuk alasan caper :P.