Archive for November, 2006

Suamiku RA-UL

Wednesday, November 29th, 2006

Suamiku orang ngeyelan. Itu kataku. Kalau bahasa halusnya, dia itu pintar bernegosiasi, berargumentasi, berdiplomasi, dan berbasa-basi. Kadang sifatnya yang satu ini bermanfaat. Salah satunya untuk menawar barang di toko atau pasar. Contohnya seperti ini:

Penjual: Mas, 50 ribu itu sudah yang paling murah lo

Ams: Mahal juga nggak apa-apa kok

Penjual: …

Ams: Mahal nggak pa-pa asalkan boleh 30 ribu.

Penjual: *mringis kecut*

Bahkan sering kali saat membeli barang di dept store, toko buku, atau apa pun yang memasang harga PAS dia menanyakan pertanyaan yang hampir-hampir diharamkan seperti "Mbak kalau beli dua dapat diskon kan?" atau "Mbak, harganya sudah nggak bisa kurang lagi nih?" atau "Nggak ada bonusnya Mas?"

Tabiat ngeyelannya ini juga sudah sering membawa keuntungan bagi tempat dia bekerja sekarang. Walaupun terkadang dia sampai disebut sebagai "welut" alias "belut", atau Pak Raul tukang boong, dan terakhir…. yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal saat diceritain, hingga aku ga bisa-bisa bobok saking gelinya adalah julukan RAja ULar.

Heheheh95x hwahahaha95x. Benar-benar jenius si Pak Toni, penemu julukan ini. Salut95x.

Ojeg, Benci Tapi Rindu

Thursday, November 23rd, 2006

Hampir selama 10 tahun aku tinggal di Sekeloa. Sebuah kawasan padat penduduk dan juga sentra kost-kostan di secuil area di sekitar jalan Dipati Ukur. Akses utama ke kawasan ini dinamakan Jl Sekeloa. Jl Sekeloa berpangkal di jalan Dipati Ukur dan berujung di Jl Dipati Ukur juga, nah lo… kebayang kan. Aku tinggal di sekitar pertengahan dari jalan Sekeloa ini, tanggung gitu deh. Mau ke kanan atau ke kiri atau ke depan atau ke belakang sama-sama jauhnya :(.

Klo mau ke jalan besar (Dipati Ukur), orang-orang yang tinggal di sekitar kost-kostanku memilih untuk naek ojeg. Hanya beberapa saja yang teuteup jalan kaki terutama anak sekolah dan juga mahasiswa he95, yang jelas yang uangnya pas-pasan gitu deh. Seiring bertambahnya waktu populasi ojeg Sekeloa meningkat, karena penduduk makin padat, yang naek ojeg makin banyak, mahasiswa juga makin kaya :-/

Pada awalnya sikapku pada ojeg (lebih tepatnya tukang ojegnya hihi) biasa-biasa aja sih. Mungkin merekanya yang sebel ama aku karena aku selalu menolak kalau mereka tawarin naek ojeg, ya maap, anak kost sih. Tapi lama-lama kok jadi aku yang sebel ama mereka. Hiiiiih, tingkah mereka itu lo, kayak raja jalanan. Lah wong di jalan sempit dan rame gitu kok suka ngebut.

Pernah suatu kali aku terpaksaaaaaaaaaa banget naek ojeg karena harus cepat-cepat nyampek di Terminal Cicaheum biar ga ketinggalan om Budz alias bus Budiman. Waktu itu hujan rintik-rintik tapi lumayan gede gitu deh. Jadi aku make payung. Pikirku, "ah, di jalan kampung ini ga akan kenceng-kenceng motornya, jalannya licin pulak". Ternyata ojeg uedan itu nekat, ngebut… sampai payungku terbalik :((. Untung aja aku ga sampai jatuh "nggeblak". Tau gitu teman-temannya yang nongkrong di bawah pohon Loa malah ngetawain, huuuuuuuuh!! Btw, bener ga sih, pohon yang di belokan itu namanya pohon Loa?

Sejak saat itu, aku makin benci sama yang namanya ojeg. Kebencian itu terbawa sampai aku lulus, sampai aku kerja… sampai aku punya cukup uang untuk bayar ojeg pulang pergi. Ya jadinya aku pulang pergi ke kantor teuteup aja jalan kaki. Parahnya… kalau dulunya waktu kuliah aku sesekali aja ke Jl Dipati Ukur (karena aku lebih suka ke kampus lewat jalan Tubagus Ismail), waktu aku kerja aku HARUS SELALU melewati pangkalan ojeg Sekeloa, di pinggir jalan Dipati Ukur, di bawah pohon Loa (kalau bener itu pohon loa :P). Jadwalnya pun selalu sama, mengikuti jadwal masuk - pulang kantor. Jadinya aku DIHAFALI plus lebih DISEBELIN ama mereka. Yaaah mereka suka nyeletuk2 ga enak gitu klo aku lewat >:P. Uuuuh tambah benci aku!!

Sekarang aku kerja di Amerika. Tak kusangka ada ojeg juga di Amerika, hi hi. Amerika tu letaknya di dalam kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon :P, jaraknya lumayan jauh dari semua gerbang kawasan industri, baik gerbang resmi maupun gerbang jalan tikus ;)). Tidak da satupun angkutan umum yang boleh memasuki kawasan industri ini kecualiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii OJEG :((.

Secara aku lum punya kendaraan sendiri, baik roda dua, roda empat, roda satu, atau tiga…. aku menjadi sangat tergantung pada ojeg. Oh la la, lupakan kebencian itu, mau tak mau. Yang lebih parahnya lagi… ojeg yang mangkal di Amerika tak sebanyak ojeg di bawah pohon Loa. Kebanyakan ojeg mangkalnya di depan PT Krakatau Steel yang jaraknya lumayan jauh bagi pejalan kaki yang tasnya seberat punyaku :(. He he, sebenarnya ga sejauh jarak dari kos-ku ke kantor di Bandung dulu. Jalannya pun lurus rata ga seperti jalan sekeloa yang sedikit berliuk dan memiliki tanjakan menantang. Sayangnya jalan Amerika tu sepi… ga siang ga malam. Rasanya ga nyaman banget jalan kaki sendirian, beda jauh sama Jl Sekeloa yang hiruk pikuk ga siang ga malam. Parahnya lagi… tukang ojeg depan kantor akan menghilang klo sorenya mulai sepi krik krik krik. Pernah aku tanya ke salah satu pak ojeg, "Pak, kok sore sedikit dah ga mangkal di situ sih?" Jawabnya, "loh kalau kira-kira dah ga ada orang, ngapain ditungguin?" Oh ya ya, pinter, aku yang bodoh.

Sempat terpikir untuk bikin janji sama salah satu tukang ojeg, langganan gitu tiap sore jam sekian. Tapiiii kadang-kadang ada tebengan jeh, kan sayang kalau ditolak :P. Jam pulangku juga ga tentu… yaaa tergantung masih mau browsing apaan gitu >:D.
Jadi ya… pasrah aja deh. Pasrah terpaksa naek ojeg, pasrah keabisan ojeg, pasrah jalan kaki dulu klo keabisan ojeg, pasrah diketawain mr Krabs, dkk karena aku sekarang jadi penggemar ojeg. Pasrahhhh srah srah, sah? saaaaaaaaaaaaaah…
Hanya sesekali, kalau aku lagi manja…. aku nelpun tukang ojeg yang tidur seatap, sekamar, sekasur denganku, dan ngomong gini, "Ojeg sudah abis, harap dijemput" Maka dia akan segera tiba, sedang aku cukup duduk tenang menunggu sambil nerusin browsing selama sekitar 10 menit.

I love you oh tukang ojeg langgananku >:).

Jalan-Jalan ke Mal Serang :(

Sunday, November 19th, 2006

Hari Minggu kemarin adalah hari libur pertama ams setelah berbulan-bulan bekerja 7 hari penuh dalam seminggu. Kesempatan yang bagus sekali untuk melakukan hal yang kami inginkan sejak lama, terutama setelah diiming-imingi Nunung, yaitu… mengunjungi Mal Serang. Alasannya sudah pasti, kami dah bosen ke Mayofield, atau Matahari, atau Ramayana di Cilegon.

Perjalanan yang lumayan jauh dan super panas ternyata tidak mendapatkan hasil yang memuaskan karena ternyata mal-nya mengecewakan… Apaan tu.. mal-nya belum jadi!! Baru ada 3 lantai dan 2 lantai didominasi oleh Ramayana :(. Katanya ada 21-nya? Ga adaaaa! Trus kenapa sih warnanya kuning ngejreng…. Jadi tambah panas aja kesannya. Hwaaa Nunung boong…

Ya wis setelah muter-muter di dalam mal sekedar untuk ngadem, kami pun pulang setelah hari mulai teduh. Tapi loh si ams, alih-alih pake jalur utama, dia coba-coba jalan alternatif. Dia lewat jalan ke Pandeglang trus belok kanan ke arah Ciomas… terus… terus… sampai njedul di Cinangka, Anyer. Duh, sampai panas b*k*ng kami. Tadinya mau mampir di pantai ‘pasir putih setelah Sol Elite’ yang katanya bagus. He he, sebenernya sumber infonya ga jelas gitu. Aku cuma dapat dari curi-curi dengar obrolan dua orang yang duduk di belakangku waktu mudik naek bus Tali Jaya. Tapi karena lupa nama pantainya, kami jadi ga yakin mau berhenti di pantai yang mana.

Ga jadi ke pantai, kami jalan terus dan akhirnya nemu jalan tembus dari jalan Anyer ke ‘jalannya KS’… he he setelah sekian lama penasaran… Trus pas ada pertigaan lurus dan belok kiri, kami coba ke kiri dengan perkiraan nanti sampai di dekat KDL. Eh ternyata nyampenya dah dekat Cabot, tepatnya nyampe pertigaan dekat ‘terminal trailer’ nya KS. Wah, jauh lebih dekat! Sayang, jalannya cuma bisa dilewatin motor.

Uh, perjalanan yang sungguh melelahkan yang membuat kami tersadar bahwa kami dah mulai uzur..hu hu hu. Badan pegel semua, trus sakit perut… Tadi pagi ams masih lemes dan pusing… apalagi dia sempat nabrak tawon (atau ketabrak ya? he he), sampai sekarang mata kirinya masih bengkak :”(.

Tapi dah tau gitu, dia sempat nyeletuk: minggu depan kita ambil jalan yang ke arah Tangerang ya… :(( Monggo, silakan ke sana sendirian.

Perry Smith Lagi?

Monday, November 13th, 2006

Baru aja nonton Capote, eh dah keluar film Infamous. Nyeritain orang-orang yang sama… Capote, Perry, Dick, Nelle, The Clutters, Pak Detektif sapa tu namanya, …, …

Karena sudah terlanjur baca In Cold Blood, dan nonton Capote jadinya pengin banget nonton Infamous. Capote difilmkan berdasar biografi yang ditulis Gerard Clarke berjudul Capote. Infamous difilmkan berdasar buku Capote: In Which Various Friends, Enemies, Acquaintances and Detractors Recall His Turbulent Career oleh George Plimpton. Bedanya apa lagi? Ya banyak… sutradara, pemeran, eh soal pemeran ada yang lucu. Masak si Perry diperankan oleh Daniel Craig, ya itu dia… si James Blonde eh Bond yang baru. Aku malah jadi mbayangin tokoh Perry diperankan oleh Craig dengan gaya James Bond hi95x.

Bedanya apa lagi? Ada yang beda dari ceritanya ga ya? Duh, penasaran.

Theme Song

Monday, November 13th, 2006

Akhir-akhir ini aku sedang punya hobi ngumpulin lagu theme song iklan/serial. Caranya ya apa lagi selain nanya Google, dengan kata kunci liriknya (agak susah karena kadang lirik yang aku tangkap keliru *bleh*) atau nama produk yang diiklankan, atau nama serial yang dicari theme songnya.

Siapa tau ada yang hobi juga, ini nih daftar theme song yang sudah aku temukan:

  • Serial That 70’s show: Cheap Trick - In The Street (ada versi lain tapi lupa)
  • Reality Show Beauty n The Geek: Pet Shop Boys - Opportunities (Let’s Make Lots of Money)
  • Iklan Gulaku: The Archies - Sugar Sugar
  • Iklan HP Digital Photography: The Kinks - Picture Book
  • Iklan Samsung D820: Andy Williams - Music To Watch Girls By
  • Iklan Axe/Lynx Clix Ben Affleck: Johnny Guitar Watson - Gangster Of Love

Iklan yang terakhir itu lucu banget ya, dan ternyata ada versi Nick Lachey-nya :P. Ceritanya sama seperti iklan Ben Affleck, tapi kata wiki ada bedanya.

Oh ya, karena nyari-nyari iklan jadi nemu website iklan Indonesia. Sayang kurang lengkap, terbukti Axe Clix - nya belum ada di situ X(.

Update 21 November 2006

Kemaren nemu website info lagu yang dipake di TV commercial, sayangnya cuma yang tayang di TV UK ama Irish. Ini dia alamatnya: http://www.whatsthattune.co.uk/

Trus update theme terbaru yang kudapatkan:

  • Serial Hustle: Simon Rogers - lagu khusus, dedicated buat serial itu
  • Iklan Nokia NSeries: Moby - In My Heart
  • Aku Masih Kecil 2

    Thursday, November 9th, 2006

    Pada bulan Desember 2005 aku menulis posting Aku Masih Kecil. Alhamdulillah setelah hampir satu tahun, aku masih bisa menulis posting Aku Masih Kecil episode ke-2.

    Ceritanya lagi-lagi di kawinan!! Kali ini nikahannya Iyog. Waktu ibunya om Baz (suami Iyog) kenalan sama aku, komentar si ibuk adalah: "Loh punika mbakipun Yoga? Lha kok malah luwih alit nggih?" — "Loh ini mbaknya Yoga? Lha kok malah lebih kecil ya?"

    Sebenarnya aku dan ams memahaminya dengan cara yang berbeda. Kataku: maksud ibu mertua adikku itu aku lebih muda. Kata ams: maksudnya adalah aku lebih kecil secara fisik (lebih pendek, lebih kurus :( ). Memang sih, Iyog lebih tinggi daripada aku, tapi paling2 cuma selisih 2 senti ah :P. Dan memang sih, aku sekarang kurusan (turun 2-3 kilo dari berat badan yang biasanya).

    Soal lebih kurus ini sempat membuat huru hara antara aku dengan ams. Aku menyampaikan teori more work less fun sebagai penyebab turunnya berat badanku. Kerjaku lebih keras sehingga tak ada waktu lagi untuk main game, nyanyi-nyanyi, baca buku, nonton infotainment, main DDR, shopping2 (eh, ini sih karena ga ada tempat shopping yang asyik saja di Cilegon :P).

    Psst… sebenarnya teori more work less fun itu cuma alasanku untuk cari perhatian, biar ams ga terlalu nyebelin kalau baru saja pulang dari kantor dan biar lebih sering dikit-dikit bantuin aku di rumah :P. Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin aku lebih kurus karena puasa ;)). Lagipula aku selalu lebih memilih untuk lebih kurus daripada lebih gemuk, asalkan ga nyampe di bawah 40 kilo saja :P (maaf Gary >:D<). Jadi tak ada alasan menyalah-nyalahkan ams kecuali, tentu saja, untuk alasan caper :P.

    The Keys to My Heart

    Thursday, November 9th, 2006

    Banyak benernya tu :)

    You are attracted to those who are unbridled, untrammeled, and free.

    In love, you feel the most alive when things are straight-forward, and you’re told that you’re loved.

    You’d like to your lover to think you are optimistic and happy.

    You would be forced to break up with someone who was ruthless, cold-blooded, and sarcastic.

    Your ideal relationship is lasting. You want a relationship that looks to the future… one you can grow with.

    Your risk of cheating is zero. You care about society and morality. You would never break a commitment.

    You think of marriage something you’ve always wanted… though you haven’t really thought about it.

    In this moment, you think of love as commitment. Love only works when both people are totally devoted.

    Kalau mau nyoba sendiri, klik What Are The Keys to Your Heart?

    Mudik Lagi, Pengalaman Pertama Naik Bus

    Tuesday, November 7th, 2006

    Wiken kemarin, aku mudik lagi, ga kapok2 ya.. baru aja seminggu balik dari kampung. Ya, mudik lagi karena si Iyog, adikku satu-satunya, menikah. Aku berangkat dari Cilegon Jumat siang, sendirian. Baru pertama kali ini aku pulang naik bus langsung dari Cilegon. Pada mudik-mudik yang sebelumnya aku lewat Bandung. Mudik yang pertama dan kedua: Arimbi dilanjut Kramatdjati. Mudik yang ketiga: Arimbi dilanjut Argo Wilis. Cinta Arimbi? Gak sih, mungkin lebih tepatnya cinta Bandung.

    Aku naik bus Tali Jaya Putra. Secara teori berangkat dari Cilegon jam 2 siang. Kenyataannya, bis nyampe di agen jam setengah 3, trus masih harus ke Serang dulu untuk menjemput penumpang di agen-agen yang lain. Mending kalau njemputnya itu bentar. Yang ini pake acara nunggu selama beberapa lama dulu. Jadinya pasrah aja waktu nyampe Jakarta kena macet :(. Nyampe di rumah jam 5 pagi, selamat tak kurang sesuatu apa kecuali harga diri yang terlukai karena seorang pengamen kurang ajar !!!

    Nasib ams, suamiku satu-satunya :P, lebih baik. Dia berangkat Sabtu siang. Bus yang sama. Berangkat tepat waktu, jam 2 siang. Bus ga lewat Semarang, tapi dari Weleri lewat Temanggung menuju Jogja. Jadi bisa turun dekat rumah. Nyampe rumah jam setengah 4, dan waktu dia masuk ruang tengah, dia dikira mbak Las sama Bapakku yang terkantuk-kantuk :P. Secara aku istrinya, begitu dia buka pintu ruang tengah, aku langsung melek walaupun masih nguantuk banget karena somehow aku yakin yang membuka pintu adalah ams (dan bukan mbak Las :P), kemudian aku segera berlari keluar kamar untuk menyambutnya (cieh, Bollywood banget ya).

    Minggu jam 3 dah harus berangkat lagi untuk balik ke Cilegon. Ternyata bisnya datang di terminal jam 5 :(. Tau gitu masih bisa agak santai-santai di rumah, setelah kecapekan menyalami tamu (kayak yang nikah aja). Kali ini kami berdua naik Putra Remaja. Kelasnya sih AC VIP. Kenyataannya, mendekati ekonomi :(. Dapat tempat duduk di dekat toilet yang bau pesing. Kursinya udah agak rusak. Kursi ams ga ada sandaran tangannya, kursiku sandaran tangannya dah bolong jadinya malah bikin sakit tanganku. AC-nya ga bisa ditutup dan terpaksa ditambal pake tisu sama ams. Eh, ternyata ada bolong di pintu belakang bus jadinya angin dari luar masuk ke dalam, brr dingin… :( Untungnya penumpang lain yang duduk dekat pintu itu juga ngerasa kedinginan sehingga dia berinisiatif menambal bolongnya itu. Trus kursi depanku reclining-nya dah rusak, jadinya kursinya ga bisa agak ditegakin :(. Kebalikannya, kursi depan ams ga bisa dicondongin ke belakang, he he.. kasian tu yang duduk di situ simbah-simbah.

    Yah apa daya, nyari bus-nya dadakan, yang lain penuh-penuh, jadilah kami dapat "koret-koretan" (istilahku :P).

    Rute Putra Remaja aneh, kalau Tali Jaya Putra sebisa mungkin konsisten dengan jalur Pantura (kalau ga ada penumpang yang turun di daerah Semarang dan sekitarnya, bus ke arah selatan mulai dari Weleri), Putra Remaja dari Magelang ambil jalur Selatan trus ga tau sampai mana (karena aku tertidur) dia ke utara lagi menuju Brebes. Nyampe di Cilegon secara omongan orang agen adalah jam 5 pagi, kenyataannya jam setengah 8 baru keluar dari gerbang tol Cilegon Barat X(.

    Soal pemberhentian di Rumah Makan, Putra Remaja lebih baik. Yang menuju Cilegon, Putra Remaja berhenti di sebuah rumah makan di daerah Kebumen. Kamar mandinya buanyak, mushola-nya buanyak, menu makanan di rumah makannya lebih bervariasi, lebih enak, dan lebih murah. Yang menuju Jogja, Tali Jaya Putra berhenti di sebuah Rumah Makan di daerah Pamanukan. Menu makanan terbatas, ga enak, dan mahal.

    Secara keseluruhan, aku dan ams sepakat lebih memilih Tali Jaya Putra daripada Putra Remaja. Pulang yang selanjutnya ditarget naik Safari Darma Raya (ada ga ya yang dari/ke Cilegon?).

    Mimpi Bertemu Iyong

    Monday, November 6th, 2006

    Tadi pagi aku mimpi ketemu Iyong kecil. Masih chubby, masih kecil, rambutnya masih poni lurus menyentuh alis, menutupi semua dahinya. Lucunya lagi bajunya kekecilan, perutnya yang gendut jadi menyembul… he he. Umurnya masih sekitar 5 tahun. Ga ngobrol apa-apa sama Iyong. Cuma ketawa-ketawa saja. Seneng sekali rasanya.

    Anehnya, aku ketemu juga dengan "ada apa dengan hidung Iyong". Masih muda, masih segar, masih pemalu. Ga ngobrol apa-apa, cuma liat-liatan saja.

    Terakhir bertemu langsung dengan Iyong, setahun yang lalu. Di pertigaan jalan, pagi-pagi jam 8. Dia nongkrong dengan seorang temannya. Begitu melihat aku, dia berdiri menyambut dan tertawa lebar, dan memanggilku, dan mencium tanganku. Tingginya sudah sekupingku. Tetap kurus sejak sakit-nya dulu. Jauh di dalam hatiku, aku merasa sedih, "bahkan Iyong pun telah berubah". Sejak kapan dia mencium tanganku? Aku takut kehilangan Iyong kecil yang lucu, pintar, pengertian. Di sisi lain, aku merasa aku juga berubah. Kenapa aku tidak mencari-cari Iyong? Dia saja mencari-cari aku, :(. Aku merasa bersalah.

    Sekarang… bagaimana lagi caranya aku bisa bertemu Iyong? Masak cuma lewat mimpi?