Rekonstruksi
Huah akhirnyaaa, sukses juga program perontokan "bron.tok" dari komputerku. Ga pake scanner, manual banget… He he, ga kehitung lagi berapa kali restartnya :P.
Iseng-iseng sekaligus mau pamer pada diri sendiri, aku browse folder-folder di my documents-ku. Bersih kan dari file2 brontok?? Hue he he… Giliran browsing2 folder-folder di my picture aku jadi tersadar… ternyata file-file fotoku sudah banyak banget. Space yang mereka makan sudah mencapai 1,5 GB! Apa saja sih isinya? Huah, kebanyakan kok foto-foto yang tidak bermutu..he he, kayak yang satu ini.
Foto ini kuambil sebagai rekonstruksi peristiwa yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Tanggal foto ini 6 Mei 2005 sementara kejadian konyol yang mau aku rekonstruksi terjadi di masa awal aku kost di Sekeloa, pertengahan 1996.
Ceritanya begini, siang-siang aku pulang kuliah sendirian. Waktu sedang berjalan dari jalan raya Tubagus Ismail menuju jalan Ciheulang, hujan gerimis turun. Gawat aku tidak membawa payung sementara kost-kostan masih nun jauh di sana. Berlarilah aku. Di depanku kulihat ada seorang mahasiswa–he he, kalau dilihat dari tampilannya sih yakin kalau dia mahasiswa– yang berlari-lari juga. Tiba-tiba di pangkal jalan Ciheulang dia menepi, dia berteduh di bawah pohon bougenville yang tampak di foto itu… Waktu itu pohon bougenville-nya belum selebat itu lho, masih kurus kering.
Nah ini dia yang konyol. Lah kok spontan aku ikut-ikutan menepi… berteduh di bawah pohon yang sama… he he he. Padahal dalam pikiranku aku mengejek ide itu, sejak awal aku tak yakin pohon bougenville yang malang itu akan cukup membantu. Dan benar saja, hujannya semakin deras dan daun-daun bougenville semakin tak kuat menahan butiran air yang terlalu besar dan terlalu banyak. Kebayang ga kikuknya… berdua saja berdiri di bawah naungan pohon mungil: ajak ngobrol ga ya? hua hua hua.
Dulu, dalam sebuah training, aku diminta mengisi kuis tentang motivasi diri. Hasil jawaban kuis-ku mengatakan kalau motif bersosialku jauh lebih tinggi daripada motif berprestasiku. Nah, ini dia bukti nyata tanpa rekayasa. Alih-alih menunjukkan prestasi dengan mencari tempat bernaung yang lebih baik, aku malah cari teman, ikut-ikutan berteduh di tempat yang menurutku sangat menggelikan.
Entah karena sebel atau karena kikuk, tak lama kemudian teman baruku ini akhirnya berlari lagi menuju derasnya hujan.
Entah karena bosen atau kesepian atau tak kuat meneruskan hal yang menurutku konyol, aku juga berlari meninggalkan tempat itu sambil tetap sibuk mempertanyakan kenapa aku ikut-ikutan… sampai-sampai aku kehilangan hafalan rute gang yang harus kutempuh, he he, terjebaklah aku di lika-liku gang Sekeloa dan… tiba di kost dengan basah kuyup.
October 25th, 2005 at 1:13 am
Hwuahahaha… lucu (cuma pengen ketawa aja.. ga penting ya? :p eeh, no offense loh)
November 10th, 2005 at 1:35 am
“Hasil jawaban kuis-ku mengatakan kalau motif bersosialku jauh lebih tinggi daripada motif berprestasiku.”
ga setuju!!! kalo ada 1 pilihan lagi, motif untuk berperang, kayaknya hasilnya bakal tinggi sendiri daripada motif bersosial sama motif berprestasi :p
:starwars: pearl
:pokey: pearl
:2guns: :gunbandana: :riffle: pearl
pearl :blow:
:bleh:
:laugh:
November 15th, 2005 at 8:19 pm
Credo:
He he he, gpp kok…
Squil:
:E kok masih hafal sih!!