Karma

M
Raul suka sekali mengolok-olok aku tentang Pramuka. Misalnya setiap
kali kami bertemu anak sekolah make sragam pramuka, dia pasti akan
bilang : "itu tu adikmu". Sekali dua kali sih gpp, tapi setiap kali
jeh… aku sampai bosennnn.

Sore itu, kami mampir ke lab Al.
Sepulang dari sana, kami pergi ke warung nasi goreng di pasar balubur
perjuangan (hehe, kusebut perjuangan karena sudah pindah dari tempat
aslinya yang tergusur fly over Pasteur Surapati). Dari lab Al kami
ngambil jalan barat kampus. Nah, lewatlah kami di depan markas Pramuka.
Dulu, tempat itu dikenal sebagai kantin Arsitek. Karena waktu kuliah
dulu tempat mangkalku adalah PSTK yang menjadi tetangga dekat kantin
ini maka kantin ini selalu jadi tempat tujuan makan siangku. Aku
bilang: "wah, ini dulu kantin favoritku". M Raul bilang : "loh sekarang
masih favorit tho". Huuuu, sebel: pramuka lagi pramuka lagi! Kok bisa?
Gini lho, yang m Raul maksud adalah bahwa walaupun tempat itu sudah
ngga jadi kantin lagi, tempat itu semestinya tetap jadi tempat
favoritku karena dia beralih fungsi menjadi markas pramuka. Karena aku
sedang laper, aku ngomel jadinya: "hati-hati ya, orang yang suka
menghina tu hinaannya pasti akan berbalik padanya"

Paginya, aku mengikuti communication assesment. Orang-orang bilang mirip trend audisi reality show, ,
"Permainan" ini bentuknya kayak gini nih: dari 500-an (ada yg bilang
600-an) orang dipanggil satu-per satu untuk menemui salah satu dari 3
orang "juri". Trus di hadapan salah seorang juri tersebut, peserta
ngambil kertas dari dalam toples berisi ratusan kertas kecil yang
dilipat. Kertas itu berisi 1 pertanyaan. Peserta harus menjawab
pertanyaan itu secara lisan dalam waktu 1 hingga 2 menit. Dan
pertanyaan yang terambil olehku adalah:

"Can you tell me how flashlight works?"


 Tukang Senter Tahura

….
Aku kemakan kata-kataku sendiri!!! Hinaanku berbalik kepada diriku. Kok
bisa? Gini loh, M Raul itu sangat terobsesi kepada sebuah benda yang
bernama flashlight atau senter, ha ha. Ceritanya, dia pernah ngambil
salah satu barang dagangan masnya yaitu senter. Trus waktu dicoba-coba,
senter itu nggak mau terang, nggak mau fokus. Trus dia nyobain pake
batere yang bener-bener baru, nggak berhasil juga. Dia jadi terobsesi,
setiap jalan-jalan ke Istana Plaza, dia pasti ngajak mampir ke Ace
Hardware dan di sana pasti ngeliat-liat senter! Di tempat lain juga
gitu, tiap liat senter pasti dia tertarik untuk ngeliat-liat. He he he,
kalau udah gitu pasti aku hina-hina obsesinya pada senter.
Oalah, hinaanku sekaligus teoriku soal hinaan berbalik kepadaku.

Oh
ya gimana dong audisinya? Gagal…………… Mungkin itu karena
"hinaanku" pada English Day di kantor, aku ga patuh! Klo berkomunikasi
lewat tulisan we pake English, tapi klo ngobrol lisan masih pake
Jawa-Indonesia…

2 Responses to “Karma”

  1. - Raul - Says:

    senterku walopun dah dua kali kuganti baterenta sama yang baru tetep aja remang2, jangan2 emang senternya yang bermasalah, aku mau survey lagi ah, mo nyari tempat yang jual senter berkualitas tapi murah, abis suka kurang terang kalo dibawa ke goa belanda yang di dago pakar, aku pingin mengeksplorasi semua sudut goa, kayaknya asik, abis didalem gelap banget jempol tangan aja ga keliatan kalo ga pake penerangan,

  2. - sri - Says:

    Asal jangan sama aku aja eksplor Goa Belandanya…. hiiiiiiii bisi ada penampakan.

Leave a Reply