Aneka Kripik
Thursday, May 26th, 2005Kemarin aku nyoba2in kripik nanas dan kripik salak dari Gita. Dari dulu hingga kemarin setiap makan kripik2 serupa, pasti pertanyaan yang muncul: gimana bikinnya ya? Gimana bikin aneka buah berkadar air tinggi menjadi kripik yang renyah yang rasa buahnya masih terasa?
Daripada mati penasaran, googling lah aku sore ini, dan ternyata kunci misteri semua kripik itu adalah vacuum frier. Apa tu?
Vacuum frier adalah penggoreng hampa,
ya iyalah, cuma diterjemahin doang. Penggoreng ini berbasis teknologi pompa jet air (waterjet pump). Emang teknologi jet pump seperti apa? Kayaknya musti nanya anak fluida dulu nih,
. Yang jelas dengan memakai teknologi ini maka titik didih minyak akan turun (karena tekanan rendah) sehingga buah-buahan berkadar air tinggi yang diolah menjadi keripik tidak mudah hangus. Untuk menggoreng buah-buahan, seperti nangka atau mangga, paling tidak diperlukan minyak panas dengan ketinggian suhu antara 175-200 derajat celcius. Dengan temperatur setinggi itu air yang tersimpan dalam buah-buahan diuapkan dan struktur daging buah pun mengering. Prinsip kerja dari mesin vacuum fryer ini merupakan kebalikan dari pressure cooker yang membuat makanan menjadi empuk.
Cara nggorengnya sepertinya tidak terlalu rumit, "tinggal" masukin minyak sejumlah tertentu, masukin buah yang dah dikupas dan diiris-iris, tunggu sejam-an… jadi deh. Oh ya karena titik didih yang rendah, waktu untuk menggorengnya jadi lebih lama dibanding kalau make sistem penggorengan yang biasa (kompor, wajan, minyak).
Waduh… jadi pengin punya vacuum frier…. kebayang di rumah Temanggung klo lagi masa nangka masak… waduh sampai kebuang-buang. Masa mangga masak… wah diikhlasin buat codot… Masa pisang masak… sok aja buat semut. Kan asyik tu kalau bisa dibikin keripik alias chips, bisa buat nyicil sajian lebaran. Atau buat oleh2 ke Bandung, ga usah beli bakpia lagi…
.
Baca referensi di sini.

….

